LUWUK TIMES, Banggai – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda wilayah Desa Lenyek, Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai, Sabtu (03/10/2026) siang.
Amukan si jago merah yang dipicu teriknya suhu musim kemarau sempat melahap sekitar 6 hektar lahan perkebunan milik warga sebelum akhirnya berhasil dipadamkan total.
Kepada Luwuk Times, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai, Moh. Rifai Mahiwa, membenarkan peristiwa tersebut.
Berdasarkan laporan kaji cepat Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banggai, kobaran api pertama kali terdeteksi pada pukul 11.57 WITA.
“Laporan kejadian masuk ke pihak kami pada pukul 13.40 WITA. Pemicu utama timbulnya api masih belum diketahui secara pasti. Namun suhu udara yang sangat tinggi sesuai rilis peringatan BMKG membuat kondisi di lapangan sangat rentan,” ujar Moh. Rifai Mahiwa.
Kondisi cuaca terik yang dipadu dengan hembusan angin kencang serta hamparan dedaunan dan ranting kering di lokasi kejadian membuat kobaran api dengan cepat merembet dan meluas.
“Angin bertiup cukup kencang di koordinat lokasi kejadian, ditambah tumpukan vegetasi kering yang melimpah. Hal ini membuat api menyebar dengan cepat hingga menghanguskan kurang lebih 6 hektar lahan perkebunan,” terangnya.
Menerima informasi tersebut, TRC BPBD Banggai langsung diterjunkan ke titik lokasi kejadian di Desa Lenyek untuk mengendalikan situasi, melakukan asesmen kaji cepat, serta berkoordinasi erat dengan pemerintah desa dan warga setempat.
Pihak BPBD mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Berkat kesiapsiagaan personel TRC dan sinergi bersama masyarakat serta aparat desa, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
“Alhamdulillah, situasi akhir di lokasi api sudah berhasil dipadamkan secara total. Kami terus mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Banggai agar tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, terlebih di tengah cuaca kemarau ekstrim seperti saat ini,” pungkas Moh. Rifai Mahiwa. *
















