Mentari Jumat pagi (17/7/2026) menyinari halaman Mapolresta Banggai dengan kehangatan yang berbeda. Hari itupun bersejarah, yang menandai babak baru kepemimpinan korps baju cokelat di bumi Banggai.
LANGKAH kaki tegap Kombes Pol. Hendri Yulianto didampingi sang istri, Ny. Enny Hendri, perlahan memasuki gerbang Mapolresta.
Di pundaknya, tiga melati emas berkilau diterpa cahaya, memikul tanggung jawab besar yang kini resmi ia emban sebagai Kapolresta Banggai yang baru.
Suasana khidmat langsung terasa begitu prosesi gerbang pora dimulai.
Para perwira Polresta Banggai berdiri sigap dalam dua barisan.
Dengan gerakan presisi dan kompak, pedang-pedang panjang terhunus ke atas, saling menyilang membentuk koridor perlindungan visual yang kokoh.
Di bawah lengkungan baja berkilau itu, Kombes Hendri bersama istri berjalan perlahan.
Di ujung karpet penyambutan, pejabat lama, AKBP Wayan Wayracana Aryawan, berdiri menyambut dengan senyum hangat, didampingi sang istri.
Sebuah pelukan hangat dan jabat tangan erat di antara keduanya seolah menjadi simbol estafet kepemimpinan yang siap dilanjutkan dengan penuh dedikasi.
Tradisi pedang pora ini bukan sekadar seremonial tanpa makna.
Di lingkungan Polri, ini adalah lambang kehormatan, penerimaan tulus, sekaligus pengingat akan beratnya sumpah jabatan dalam menjaga ketertiban masyarakat.
Ketegangan militeristik dari upacara pedang pora seketika mencair dan berubah menjadi harmoni yang indah saat lantunan musik tradisional mulai mengalun.
Di hadapan Kapolresta yang baru, sekelompok penari lokal membawakan Tari Molabot.
Gerakan gemulai para penari yang sarat makna penghormatan menyambut sang pimpinan baru.
Tari Molabot ini dihadirkan khusus sebagai bentuk kearifan lokal untuk menyapa, memuliakan tamu agung.
Sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Banggai sejak detik pertama Kombes Hendri menginjakkan kaki di markas barunya.
Kombes Pol. Hendri Yulianto bukanlah orang baru di jajaran kepolisian Sulawesi Tengah.
Sebelum memegang tongkat komando di Banggai, ia merupakan sosok di balik ketajaman reserse sebagai Dirreskrimum Polda Sulteng.
Pengalaman panjangnya di dunia reserse kriminal tentu menjadi modal berharga untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Banggai.
Sementara itu, AKBP Wayan Wayracana Aryawan, yang telah mendedikasikan pengabdian terbaiknya di Banggai. Ia bersiap mengemban amanah baru sebagai Wadirpamobvit Polda Bali.
Setelah rangkaian prosesi adat dan kedinasan selesai, keduanya melangkah ke ruang utama untuk melanjutkan agenda serah terima tugas internal.
Pergantian kepemimpinan ini membawa angin segar dan harapan baru bagi seluruh masyarakat Banggai.
Di bawah komando Kombes Hendri Yulianto, Polresta Banggai diharapkan terus tumbuh menjadi institusi yang semakin presisi, dekat dengan rakyat, dan tangguh dalam menjaga kedamaian di bumi Banggai.
Selamat bertugas, Kombes Pol. Hendri Yulianto! *
