LUWUK TIMES, Luwuk – Meski Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banggai 2029 masih sekitar tiga tahun lagi, dinamika politik lokal mulai menunjukkan geliat yang menarik.
Sejumlah nama mulai diperbincangkan publik sebagai figur potensial yang bakal bertarung memperebutkan kursi orang nomor satu di Kabupaten Banggai.
Berbeda dengan Pilkada sebelumnya. Kontestasi 2029 dipastikan tanpa kehadiran petahana.
Bupati Banggai Amirudin tidak lagi memiliki peluang untuk maju sebagai calon bupati. Itu karena telah menjabat dua periode sesuai ketentuan yang berlaku.
Kondisi ini membuka ruang yang lebih luas bagi sejumlah tokoh politik untuk tampil sebagai kandidat utama.
Bursa calon bupati pun mulai menjadi topik hangat di berbagai ruang diskusi masyarakat. Mulai dari forum informal hingga warung kopi.
Salah satu nama yang paling sering disebut adalah Sulianti Murad.
Meski telah dua kali gagal memenangkan Pilkada Banggai, eksistensi Ketua DPC Partai Gerindra Banggai itu justru dinilai semakin kuat.
Putri almarhum Murad Husain tersebut terus menjaga komunikasi dengan masyarakat melalui berbagai agenda konsolidasi politik dan kegiatan sosial.
Kehadirannya yang konsisten di tengah warga membuat namanya tetap berada di papan atas bursa calon bupati.
Namun jalan Sulianti menuju Pilkada 2029 diprediksi tidak akan mudah.
Nama Beniyanto Tamoreka mulai ramai diperbincangkan sebagai figur yang berpotensi menjadi rival utama.
Ketua DPD II Partai Golkar Banggai itu dinilai memiliki modal politik yang cukup kuat.
Di bawah kepemimpinannya, Golkar berhasil keluar sebagai pemenang Pemilu Legislatif 2024 di Kabupaten Banggai dengan perolehan 11 kursi DPRD.

