LUWUK TIMES, Bunta – Akses utama Jalan Trans Sulawesi di Desa Huhak, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, sempat lumpuh akibat diterjang banjir dan tanah longsor, Rabu (3/6/2026) sore. Material berupa lumpur, bebatuan, dan batang pohon menutup badan jalan hingga menghambat arus lalu lintas.
Peristiwa tersebut dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bunta sejak pagi hingga siang hari. Akibatnya, material dari lereng bukit terbawa ke jalan dan menutup sebagian ruas Trans Sulawesi.
Kapolsek Bunta IPTU Andi Wijanarko mengatakan, begitu menerima laporan, pihaknya bersama tim gabungan langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
“Sekitar pukul 17.00 Wita, kami bersama tim gabungan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutupi ruas Jalan Trans Sulawesi di Desa Huhak,” ujarnya.
Proses pembersihan berlangsung hingga seluruh material yang menghalangi jalan berhasil disingkirkan. Upaya cepat tersebut membuat akses transportasi kembali terbuka dan kendaraan dapat melintas meski masih dilakukan secara bergantian.
Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sempat terjadi antrean kendaraan di kedua arah akibat tertutupnya jalur penghubung utama tersebut.
Meski kondisi lalu lintas kini berangsur normal, aparat tetap mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi banjir dan longsor masih bisa terjadi mengingat cuaca ekstrem yang belakangan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banggai.
“Kami mengimbau warga maupun pengendara yang melintas agar tetap berhati-hati, terutama saat hujan deras. Jika melihat tanda-tanda longsor, segera cari tempat yang aman dan laporkan kepada petugas,” imbau IPTU Andi.
Dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu, kewaspadaan menjadi kunci untuk menghindari risiko bencana serupa di sepanjang jalur Trans Sulawesi yang rawan longsor. *

