Duka di Penghujung Magrib Bolobungkang, Saat Api Melahap Mimpi, Dinas Sosial Banggai Hadir Merawat Asa

67 dilihat
Dinas Sosial Kabupaten Banggai menyalurkan bantuan. (FOTO: Dinsos Banggai untuk Luwuk Times)
A-AA+A++

Selasa malam itu, (6/10/2026), heningnya Desa Bolobungkang, Kecamatan Nuhon, seketika pecah. Sesaat setelah suara azan Magrib berkumandang sekitar pukul 18.30 WITA, petaka menghampiri kediaman Rahim Sururo (31) dan sang istri, Rahma Umaira Ismail (19).


LUWUK TIMES, Banggai – Tanpa ada tanda-tanda, kobaran api mendadak muncul dan membesar dari dalam rumah. Dalam sekejap mata, si jago merah melahap tiap sudut bangunan sederhana tersebut.

Rahim dan Rahma tak punya banyak waktu. Di tengah kepanikan yang membuncah, prioritas utama hanyalah menyelamatkan jiwa.

Barang-barang berharga yang dikumpulkan dengan peluh dan kerja keras harus rela hilang dilalap api yang diduga dipicu oleh korsleting listrik.

Tak hanya kehilangan tempat berteduh, duka pasangan muda ini kian terasa getir saat menghitung sisa-sisa kenangan yang hangus.

Uang tabungan sekitar Rp5 juta yang selama ini mereka simpan sedikit demi sedikit di dalam celengan, ikut musnah menjadi abu.

Dua unit ponsel, perabotan rumah tangga, hingga baju di lemari tak tersisa. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, meski luka emosional tentu membekas amat dalam.

Namun, di tengah puing-puing abu yang masih hangat, Rahim dan Rahma tidak dibiarkan merasa sendirian.

Mendengar musibah tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai atas arahan Bupati Amirudin dan Wakil Bupati Furqanuddin, langsung bergerak cepat.

Tim Dinas Sosial Kabupaten Banggai bersama Taruna Siaga Bencana (TAGANA) serta Pendamping PKH bergegas menuju lokasi bencana.

Berdampingan dengan Plt. Camat Nuhon, Rahman Sangkota, dan Kepala Desa Bolobungkang, Isdal, bantuan darurat langsung diserahkan secara tatap muka kepada korban.

Kehadiran jajaran pemerintah di tapak reruntuhan itu membawa pesan hangat, ada keluarga besar yang siap memeluk dan menopang mereka di masa-masa terberat.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Hariadi Bola, mengungkapkan rasa empati yang mendalam saat menyerahkan bantuan tersebut.

Baginya, langkah ini bukan sekadar tugas administratif, melainkan wujud rasa kemanusiaan.

“Ketika masyarakat mengalami musibah, pemerintah harus hadir. Bantuan yang kami salurkan memang tidak dapat mengganti seluruh kerugian yang dialami, tetapi kami berharap dapat meringankan beban keluarga dan memberikan dukungan di tengah kondisi yang sulit,” tutur Hariadi dengan tulus.

Sinergi antara Pemkab Banggai, TAGANA, pendamping sosial, serta pemerintah kecamatan dan desa setempat menjadi bukti nyata bahwa kepedulian tak pernah padam di saat krisis.

Pemantauan terhadap kondisi Rahim dan istrinya pun akan terus dilakukan untuk memastikan mereka mendapat pendampingan yang layak pascabencana.

Di balik musibah yang menyisakan duka, ada secercah kehangatan yang hadir dari sesama.

Gerak cepat ini menjadi pengingat lembut bagi warga Bolobungkang, di tanah Banggai, tak ada satu pun warga yang harus berpijak dan berjuang sendirian di masa sulit. *

Sumber Dinsos Banggai

Pasang Iklan Anda Disini_1