Menyapu Duka di Batui Selatan, Kisah Penyelamatan Ibu Muda dari Bayang-Bayang Tragedi KDRT

231 dilihat
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Banggai — Di balik heningnya siang di Desa Gori-Gori, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, sebuah tragedi pilu melukai kehangatan rumah tangga.

Pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 13.30 WITA, N (28), seorang perempuan dan ibu muda, harus bertaruh nyawa di rumahnya sendiri tempat yang seharusnya menjadi perlindungan paling aman baginya.

Peristiwa kelam ini bermula dari percekcokan rumah tangga yang berakar pada persoalan nafkah.

Ketika ikatan kasih teruji oleh himpitan ekonomi, penolakan jujur dari korban justru memicu amarah sang suami, S alias C (29).

Rumah yang biasa diisi canda tawa mendadak mencekam saat perabotan pecah dan sabetan bilah parang mengenai bahu kiri N.

Di tengah rasa sakit dan trauma yang mendalam, N menunjukkan keteguhan luar biasa.

Dengan sisa tenaga dan keberaniannya, ia berhasil meraih telepon untuk menghubungi keluarganya demi menyelamatkan diri.

Uluran Tangan dan Respons Cepat

Mendengar kabar duka tersebut, personel Polsek Batui bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas menemukan N dalam keadaan sadar dan masih mampu berkomunikasi meski menahan luka yang membekas di tubuh dan hatinya.

Tanpa menunda waktu, kepolisian segera mengevakuasi korban ke Puskesmas Sinorang agar mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat.

Kapolsek Batui, IPTU Teguh Pria Adjisaka, mengungkapkan rasa keprihatinannya atas peristiwa yang menimpa korban.

“Setelah kejadian, pelaku meninggalkan lokasi, sedangkan korban menghubungi keluarganya melalui telepon untuk meminta bantuan. Petugas yang tiba langsung membawa korban ke Puskesmas Sinorang untuk menjalani pemeriksaan medis,” ujar IPTU Teguh.

Keadilan dan Harapan Perlindungan

Saat ini, kondisi N tengah menjalani perawatan dan pemulihan, baik secara fisik maupun psikologis.

Sementara itu, pihak kepolisian terus bergerak menyisir keberadaan S yang melarikan diri, guna memberikan keadilan bagi korban serta memastikan keamanan bagi masyarakat sekitar.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya perlindungan terhadap perempuan dan penyelesaian konflik rumah tangga secara damai, agar tak ada lagi jiwa yang terluka di balik pintu rumah mereka sendiri. *

Sumber Humas Polresta Banggai – Editor Sofyan Labolo

Pasang Iklan Anda Disini_1