Mengenal Dwi Fathir Muthahari: Rendah Hati di Kampus, Tampil Mematikan di Atas Ring Candati Championship

140 dilihat
Dwi Fathir Muthahari
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Luwuk — Suasana Padepokan Pencak Silat Luwuk bergemuruh akhir pekan lalu. Di tengah riuh penonton yang memadati arena pada ajang Candati Championship Volume I, seorang pemuda tampil membetot perhatian publik olahraga bela diri Sulawesi Tengah.

Ia adalah Dwi Fathir Muthahari Alimun. Atlet muda berusia 19 tahun ini sukses mengukuhkan diri sebagai kekuatan baru yang patut diperhitungkan di kelas Low Kick putra senior 60–61 kilogram.

Tampil mewakili Candati Combat Camp, Fathir tidak hanya sekadar menang. Akan tetapi mendominasi panggung secara mutlak.

Pada babak penyisihan melawan wakil BCP Pagimana, ia langsung menekan sejak detik awal hingga laga terpaksa dihentikan setelah kubu lawan melempar handuk.

Dominasi serupa berlanjut di partai final. Berhadapan dengan petarung tangguh dari Roar Camp Luwuk, Fathir mengunci kemenangan lewat technical knockout (TKO) usai melancarkan side kick telak yang membuat lawannya tak berkutik.

Aksi impresif tersebut sekaligus menandai sejarah tersendiri. Ajang yang dihelat pada 9–10 Oktober 2026 ini merupakan kejuaraan kickboxing Low Kick pertama yang resmi diselenggarakan di Sulawesi Tengah, menjadikan penampilan Fathir sebagai salah satu sorotan utama paling ikonik di sepanjang turnamen.

Disiplin di Balik Sarung Tinju

Di balik ketangguhannya di atas matras ring, tersimpan proses latihan yang tidak instan.

Fathir merupakan buah dari gemblengan disiplin tinggi di bawah arahan Coach Erik Ronaldo Alimun. Bersama 11 atlet lainnya di camp tersebut, ia digodok secara intensif.

Menariknya, latar belakang bela diri Fathir terbilang matang. Sebelum menekuni kickboxing hingga menyandang sabuk hitam, ia telah lebih dulu menempa mental dan fisiknya melalui seni bela diri pencak silat aliran Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) serta karate Kyokushin.

Perpaduan teknik dan ketahanan fisik inilah yang membentuk karakternya sebagai petarung yang tenang namun mematikan.

Keseimbangan Antara Kuliah dan Ambisi Ring

Menariknya lagi, kehidupan sehari-hari Fathir jauh dari kesan arogan seorang “monster” ring.

Di luar jadwal latihannya yang padat, pemuda kelahiran Luwuk ini merupakan seorang mahasiswa aktif yang kini tengah menginjak semester empat di Universitas Tompotika (Untika) Luwuk.

Ia membuktikan bahwa prestasi akademik dan olahraga dapat berjalan berdampingan melalui manajemen waktu dan fokus yang luar biasa.

Kini, selepas sukses menguasai panggung Candati Championship, Fathir tidak ingin cepat puas.

Pijakan kakinya telah diarahkan ke target yang lebih tinggi, pemusatan latihan dan persiapan matang untuk menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah di Morowali.

Dengan modal dua kemenangan meyakinkan dan mental juara yang terus diasah, kiprah Dwi Fathir Muthahari tentu akan terus dinantikan oleh para pencinta olahraga bela diri, membawa asa besar bagi kejayaan prestasi olahraga Kabupaten Banggai di kasta yang lebih tinggi. *

Editor Sofyan Labolo

Pasang Iklan Anda Disini_1