Kisah Dinsos Banggai Menjadi Keluarga Bagi Warga Sebatang Kara

82 dilihat
Proses pemakaman J oleh Dinas Sosial Kabupaten Banggai
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Luwuk — Tak seorang pun tahu pasti luka dan kesepian yang tersimpan dalam dada almarhum J (64) semasa hidupnya. Di sisa-sisa napasnya yang kian berat, terbatuk menyisakan bercak darah, pria lansia itu berjuang sendirian di ruang perawatan RSUD Luwuk.

Tanpa genggaman tangan anak, tanpa sapuan lembut seorang istri, dan tanpa kehangatan tutur kata sanak saudara. Hingga akhirnya, pada Kamis (15/10/2026), takdir memanggilnya pulang.

Ia berpulang dalam keheningan, meninggalkan dunia tanpa satu pun anggota keluarga yang mendampingi atau mengurus jasadnya.

Namun, di titik itulah nilai kemanusiaan menunjukkan wajah aslinya.

Tidak memiliki keluarga bukan berarti harus kehilangan martabat dan penghormatan sebagai seorang manusia.

Mendengar kabar duka tersebut, Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Sosial bergerak cepat.

Di bawah arahan Bupati H. Amirudin dan Wakil Bupati H. Furqanuddin, Kepala Dinas Sosial Hariadi Bola, S.H., didampingi Kabid Rehabilitasi Sosial Wahyudi AR. Latief, S.Sos., langsung turun tangan.

Bersama tim medis RSUD Luwuk dan relawan Taruna Siaga Bencana (TAGANA), mereka hadir melengkapi kekosongan yang ditinggalkan oleh absennya pihak keluarga.

Dengan penuh kelembutan dan keikhlasan, tim memandikan, mengkafani, hingga menyalatkan jenazah almarhum J. Doa-doa dipanjatkan, memohonkan ampunan bagi jiwa yang semasa hidupnya berteman sepi itu.

Tak berhenti di situ, rombongan mengiringi perjalanan terakhir almarhum menuju Taman Makam Bahagia Bunga di Kecamatan Luwuk Utara.

Di tempat peristirahatan yang damai itulah, jasad almarhum J dibaringkan dengan penuh penghormatan dan pemakaman yang sangat layak.

“Setiap manusia memiliki martabat yang wajib kita hormati, bahkan ketika napasnya telah berhenti. Ketika tidak ada keluarga yang mendampingi, pemerintah hadir untuk memastikan almarhum mendapatkan perlakuan yang penuh kasih dan layak hingga akhir hayatnya,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Hariadi Bola.

Peristiwa ini menjadi pengingat yang menyentuh hati banyak orang. Pelayanan dan kepedulian sosial yang sesungguhnya tak sekadar diukur dari angka bantuan materi atau program formal belaka.

Pelayanan sosial adalah tentang hadirnya rasa empati, menjaga harkat dan martabat sesama manusia, serta memastikan bahwa tak ada satu pun warga sebatang kara sekalipun yang dilupakan saat menutup mata untuk selama-lamanya.

Hari itu, di Luwuk, almarhum J mungkin pergi tanpa didampingi sanak saudara. Namun ia diberangkatkan menuju keabadian dengan ketulusan doa dan kepedulian dari tangan-tangan yang peduli.

Sebuah bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan nilai kemanusiaan masih menyala hangat di bumi Kabupaten Banggai. *

Sumber Dinas Sosial Kabupaten Banggai – Editor Sofyan Labolo

Pasang Iklan Anda Disini_1