Alarm Bahaya Akuatik Banggai, Kalah Jumlah Atlet, Mahkota Juara Umum Porprov Sulteng Terancam Melayang

59 dilihat
Para atlet renang Kabupaten Banggai. (FOTO: Istimewa)
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Luwuk — Ungkapan bahwa “mempertahankan gelar jauh lebih sulit daripada merebutnya” kini membayang-bayangi kontingen Pengurus Kabupaten (Pengkab) Akuatik Banggai.

Berstatus sebagai sang juara bertahan, skuad renang Banggai kini menghadapi sinyal bahaya menjelang bergulirnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Sulawesi Tengah 2026 di Kabupaten Morowali.

Tak main-main, predikat Juara Umum yang dengan bangga diraih pada Porprov 2022 lalu kini terancam lepas dari genggaman.

Pemicu utamanya bukan soal kualitas teknik, melainkan masalah krusial di ranah strategi, yakni kekurangan kuota atlet.

Peta persaingan di Morowali dipastikan bakal jauh lebih sengit dan menyajikan perebutan medali yang membengkak.

Jika pada Porprov 2022 di Banggai lalu hanya ada 32 medali emas yang diperebutkan (gabungan renang kolam dan Open Water Swimming), tahun ini panitia menyiapkan tak kurang dari 63 medali emas.

Bertambahnya nomor perlombaan secara otomatis menuntut kedalaman skuad yang mumpuni.

Sayangnya, Akuatik Banggai dikabarkan hanya menyiapkan 20 atlet dari total kuota maksimal 24 atlet.

Defisit 4 atlet ini diprediksi menjadi celah mengerikan yang menumpulkan daya dobrak Banggai dalam mengumpulkan pundi-pundi medali.

Situasi ini kian mengkhawatirkan ketika para pesaing utama seperti Kontingen Kota Palu dan Kabupaten Tolitoli justru bergerak agresif.

Kedua daerah tersebut dipastikan tampil full team dengan memboyong kekuatan penuh 24 atlet.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua Pengkab Akuatik Banggai, Barbara Mahargiani Langelo, belum memberikan tanggapan resmi terkait dorongan penambahan 4 atlet demi mengamankan kuota maksimal tersebut.

Sekadar mengingatkan kembali, pada Porprov IX Sulteng 2022 lalu, cabang olahraga akuatik menjadi salah satu lumbung emas paling produktif bagi Kabupaten Banggai.

Kala itu, mereka sukses menyabet gelar juara umum setelah mengoleksi 13 medali emas, 4 perak, dan 4 perunggu, capaian tertinggi di antara cabor lain yang dibela kontingen Banggai.

Kini, publik olahraga Banggai menanti langkah cepat pengurus.

Akankah slot atlet yang tersisa segera diisi, ataukah Banggai harus pasrah melihat mahkota juara umumnya direbut daerah lain di Morowali nanti. *

Reporter Sofyan Labolo

Pasang Iklan Anda Disini_1