BPBD Banggai Sebut Kabut Asap Didominasi Sumber Lokal, 184 Titik Panas Terdeteksi di Sulawesi Tengah

124 dilihat
FOTO: Ilustrasi AI
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Banggai – Indikasi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Banggai diduga lebih banyak dipengaruhi oleh sumber kebakaran lokal di Sulawesi Tengah, khususnya kawasan Tojo Una-Una dan Sulawesi Tenggara.

Meski sebagian asap terindikasi berasal dari Kalimantan, hasil koordinasi dan pemantauan atmosfer menunjukkan sumber lokal menjadi faktor dominan.

Berdasarkan analisis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai bersama Stasiun Pengamat Atmosfer Lore Lindu Bariri, Palu, serta data citra satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terpantau sebanyak 184 titik panas (hotspot) di wilayah Sulawesi Tengah pada 8 Oktober 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 157 titik masuk kategori sedang, 24 titik kategori tinggi, dan tiga titik kategori rendah.

Data ini merupakan sebaran titik panas di Sulawesi Tengah secara keseluruhan, bukan khusus di Kabupaten Banggai.

Angin Bawa Partikel Asap dan Debu

Hasil pemantauan menunjukkan angin permukaan dominan bertiup dari arah barat daya hingga barat.

Kondisi tersebut berpotensi membawa partikel asap dan debu serta menyebabkan penurunan jarak pandang di sejumlah wilayah.

Pada pagi hingga siang hari, jarak pandang diperkirakan berada pada kisaran 6–8 kilometer.

Kondisi ini perlu diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dan pengguna jalan.

BPBD Banggai menegaskan bahwa analisis asal asap didasarkan pada indikasi sebaran titik panas, pola angin, serta hasil koordinasi dengan petugas pemantauan atmosfer.

Karena itu, dugaan sumber asap bukan merupakan kepastian bahwa setiap titik panas menjadi penyebab langsung kabut asap yang terpantau.

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Banggai mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan, terutama apabila kualitas udara mengalami penurunan.

Masyarakat disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi kegiatan di luar ketika kondisi udara memburuk, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD Kabupaten Banggai.

Perhatian khusus juga perlu diberikan kepada anak-anak, lanjut usia, serta kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan akibat paparan asap dan debu.

BPBD mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi dampak kabut asap.

Masyarakat diharapkan tidak mudah menyimpulkan asal asap tanpa dukungan data yang memadai dan tetap mengutamakan informasi dari sumber resmi.

Pemantauan kondisi atmosfer dan sebaran titik panas menjadi bagian penting dalam menentukan langkah antisipasi agar dampak kabut asap terhadap kesehatan, aktivitas masyarakat, dan jarak pandang dapat diminimalkan. *

Editor Sofyan Labolo

Pasang Iklan Anda Disini_1