LUWUK TIMES, Luwuk – Sinergi strategis antara dunia industri dan perguruan tinggi kembali terjalin di Kabupaten Banggai. PT Panca Amara Utama (PT PAU) bergandengan tangan dengan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk untuk menggelar Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang berfokus pada penguatan ekonomi desa.
Program yang dijadwalkan meluncur pada akhir Oktober 2026 ini akan berlangsung selama dua bulan penuh (delapan minggu). Sasarannya mencakup tiga kecamatan kunci, yakni Batui, Kintom, dan Nambo.
Fokus utamanya adalah membenahi tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), memacu akselerasi agribisnis, serta memperkuat kapasitas kelompok petani lokal.
Pendekatan Lintas Disiplin Keilmuan
Guna memastikan pendampingan berjalan efektif dan tepat sasaran, KKN Tematik ini menerjunkan mahasiswa dari tiga disiplin ilmu utama: Agroteknologi (Pertanian), Manajemen, dan Bisnis Digital.
Kolaborasi lintas keilmuan ini dirancang untuk menyambungkan mata rantai ekonomi desa secara utuh mulai dari peningkatan hasil produksi pertanian, pembenahan manajemen usaha desa, hingga penetrasi pasar berbasis teknologi digital.
Suntikan Profesionalisme untuk BUMDes
Penguatan kelembagaan BUMDes menjadi salah satu fondasi utama gerakan ini. Selama program berlangsung, para mahasiswa akan mendampingi pengurus BUMDes dalam merapikan legalitas, menyusun administrasi, membenahkan struktur organisasi, hingga memantapkan sistem pelaporan keuangan dan rencana kerja tahunan.
Dengan tata kelola yang profesional, BUMDes diharapkan tidak hanya siap mengelola potensi lokal, tetapi juga tangguh dalam membangun kemitraan bisnis yang berkelanjutan.
Modernisasi Agribisnis dan Sentuhan Teknologi
Di sektor pertanian, program ini menyasar pemetaan potensi komoditas unggulan dan optimalisasi kelompok tani, termasuk kelompok tani binaan PT PAU.
Langkah konkrit yang disiapkan meliputi revitalisasi teknologi tepat guna, penerapan petak percontohan (demplot) ramah lingkungan, hingga penyusunan standard operasional (SOP) penggunaan alat pertanian.
Tak berhenti di situ, rantai pasok antara petani dan BUMDes juga akan diintegrasikan. Penghitungan harga pokok produksi dan model transaksi yang transparan disiapkan agar BUMDes mampu menjadi penyerap komoditas lokal yang adil dan menguntungkan petani.
Gebrakan Digitalisasi Pasar Desa
Menjawab tantangan zaman, mahasiswa Bisnis Digital akan memandu para pelaku usaha desa menembus pasar yang lebih luas.
Pendampingan meliputi pembuatan katalog produk digital, pengoptimalan media sosial, pemanfaatan WhatsApp Business, hingga pendaftaran lokasi usaha di Google Business Profile. Dengan langkah ini, produk-produk lokal Batui, Kintom, dan Nambo diproyeksikan memiliki daya saing dan visibilitas yang jauh lebih tinggi.
Targetkan Luaran Buku Ber-ISBN
Program delapan minggu ini disusun secara terstruktur, mulai dari asesmen lapangan (baseline data), pelatihan local champion, hingga evaluasi final.
Sebagai nilai tambah, KKN Tematik ini menargetkan luaran monumental berupa Buku Profil Potensi Agribisnis dan Model Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Batui, Kintom, dan Nambo yang akan diterbitkan ber-ISBN.
Buku tersebut nantinya memuat analisis mendalam (gap analysis), pemetaan potensi komoditas, hingga rekomendasi strategis bagi pemerintah desa dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi daerah ke depan.
Melalui kolaborasi konkrit antara PT PAU dan Unismuh Luwuk ini, pilar SDM, tata kelola kelembagaan, produktivitas pertanian, dan digitalisasi berhasil disatukan demi mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat di Kabupaten Banggai. *













