
“Datangi pemukiman warga padat penduduk secara terjadwal dan rutin, tentu dengan harga di bawah pasaran umum,” kata sumber.
Bagi dia, operasi pasar yang berlangsung ini sifatnya hanya temporer. Bahkan dia yakin karena sementara, maka tidak bisa menekan angka inflasi.
Soal pemanfaatan lapangan basket sebagai pusat kegiatan operasi pasar, sumber yang juga pengurus kabupaten (Pengkab) salah satu cabang olahraga ini mengaku tidak sepakat.
“Kemarin saya konfirmasi sama tukangnya, mereka bilang pekerjaannya terhenti. Karena ada kegiatan OP. Jelas ini sudah sangat mngganggu, karena karena material terhalangi,” ucapnya.
Penjelasan Kadispora
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Banggai, Yori Ntoi mengaku, penggunaan lapangan basket untuk operasi pasar tidak mengganggu proses rehab lapangan.
“Hanya 2 hari. Sehingga tidak mengganggu. Saya juga sudah tanya tukang dan Martoni (pengurus Perbasi). Mereka bilang tidak apa apa. Ini juga untuk kepentingan daerah, menekan inflasi,” kata Yori.
Mengapa tidak memanfaatkan lahan eks Dinsos Banggai?
Yori kembali menjelaskan, awalnya ia menyarankan agar kegiatan itu berlangsung di Alun Alun Bumi Mutiara Luwuk.
Namun karena dianggap tidak mengganggu, sehingga operasi pasar itu berpusi di lapangan basket. Lagi pula agenda itu hanya berlangsung hari ini dan besok. Sehingga tekan Yori lagi tidak mengganggu aktivitas rehab venue.
Terkait pendapat warga bahwa operasi pasar tidak efektif mengingat tidak menerapkan konsep mobile, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Banggai, Hasrin Karim tidak memberi tanggapan setelah dikonfirmasi via ponsel, Selasa (11/10/2022). *
Dapatkan informasi lainnya di googlenews, KLIK: Luwuk Times
Discussion about this post