Palu Dominan, Banggai Gemilang: Candati Combat Championship Vol I Sukses Gelar Duel Kickboxing Sengit di Luwuk

177 dilihat
Candati Combat Championship Vol I sukses gelar duel Kickboxing sengit di Luwuk
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Luwuk – Luwuk kembali membuktikan diri sebagai benteng pertahanan sekaligus rumah hangat bagi perkembangan olahraga bela diri di Sulawesi Tengah. Selama dua hari penuh, 9–10 Oktober 2026, Gedung Padepokan Pencak Silat Luwuk bergemuruh oleh sorak-sorai ratusan penonton yang memadati tribun dalam gelaran Candati Combat Championship “Baku Tumpe, Baku Sepak” Volume I.

Ajang kickboxing low kick bergengsi ini digagas oleh Candati Combat Camp Kickboxing di bawah komando sang pemilik sekaligus pelatih, Erik Ronaldo Alimun.

Antusiasme masyarakat yang meluap menjadi sinyal kuat bahwa combat sport, khususnya kickboxing, kini menjelma menjadi magnet baru olahraga prestasi di Tanah Babasal.

Tingginya animo peserta terlihat dari lonjakan kontestan. Dari target awal 36 petarung, sebanyak 41 fighter dari berbagai camp resmi turun ke matras pada hari kedua.

Mereka bersaing sengit dalam 21 kelas pertandingan yang terbagi ke dalam empat kategori, yakni Putra Senior, Putri Senior, Putra Junior, dan Putri Junior. Dengan total 84 medali emas, perak, dan perunggu yang diperebutkan.

Gotong Royong di Balik Matras Kejuaraan

Penyelenggaraan turnamen terbuka bergengsi ini memakan dana yang tak sedikit. Namun, sinergi dan semangat gotong royong menjadi kunci utama kesuksesan.

Selain dibiayai mandiri oleh manajemen Candati Combat Camp, hajatan ini mendapat sokongan penuh dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Banggai.

“Atas nama Candati Combat Camp Kickboxing dan seluruh panitia, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada Ketua KONI Banggai beserta jajaran atas dukungan nyata dalam membina serta menyediakan wadah kompetisi bagi atlet kickboxing daerah,” ujar Erik Ronaldo Alimun.

Ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tinggingya juga disampaikan kepada Anggota DPD RI Dapil Sulawesi Tengah, Andhika Mayrizal Amir, S.H., M.Kn., yang dinilai konsisten memberi perhatian besar terhadap pengembangan kegiatan sosial, olahraga, dan kebudayaan di daerah.

Tak lupa, panitia menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari jajaran kepolisian, instansi pemerintah, hingga tim medis yang menjaga ketertiban dan keselamatan laga.

Ucapan terima kasih ditujukan kepada Kapolres Luwuk Banggai, Kasat Intel Polresta Luwuk, Ketua Kickboxing Indonesia (KBI) Luwuk, Kadispora, Kadishub, Kadis Kesehatan beserta Tim Medis, Camat Luwuk, Kapolsek Luwuk, Lurah Luwuk, serta Manager Gedung Padepokan Pencak Silat.

“Tanpa kolaborasi lintas sektor ini, kegiatan tak akan berjalan semulus yang kita saksikan. Dukungan izin, keamanan, hingga kesiapan tim medis adalah fondasi utama suksesnya event ini,” tambah Erik.

Palu Juara Umum, Tuan Rumah Menempel Ketat

Di atas matras, persaingan sengit memperagakan teknik low kick tingkat tinggi. Tim tamu Karama Fighter Academy Palu tampil dominan dan berhasil mengunci gelar Juara Umum setelah menyapu 5 medali emas.

Emas Karama disumbangkan oleh Ariflan (Senior Putra 51 kg), Muhammad Rezky Maulana Putra (Senior Putra 63,5 kg), Moh. Widad (Senior Putra 71 kg), Annisa Fajar Indah (Junior Putri 48 kg), dan Alesha Kaysa Putri (Junior Putri 37 kg).

Tuan rumah Candati Combat Camp harus puas bertengger di posisi kedua dengan raihan 2 medali emas dan 3 perak.

Medali emas Candati diraih melalui aksi memukau Dwi Fathir Muthahari Alimun di kelas Senior Putra 60–61 kg dan Caska Khaliq di kelas Junior Putra 45 kg.

Sementara tiga medali perak disumbangkan oleh Teral Arsyafa Alimun (Junior Putra 48–49 kg), Virgian (Senior Putra 71–72 kg), dan Tirsa (37 kg).

Peringkat ketiga diduduki oleh The Protector SSC yang mengoleksi 2 medali emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Emas dipasok oleh I Kadek Ngurah Wahyudi (Senior Putra 54 kg) dan Sultan Aulia Katili (Senior Putra 57 kg).

Medali perak diraih oleh Muhammad Varhan Putra Elmansyah dan Rasya Ramdani Y. Kasim, sedangkan perunggu diraih oleh Mc. Rivaee Aisydharma serta Muhammad Ali Wafa.

Tak kalah mentereng, Roar Camp Luwuk berhasil memborong 3 medali emas dan 2 perak. Skuad Roar Camp sukses mendulang emas lewat penampilan impresif Muhammad Fahriyanto (Junior 48 kg), Dimas Babuno (Senior 51 kg), dan Andi Moh Mufti H.M Lumuan (Senior 67 kg). Sedangkan dua perak diraih Marvel Yusuf Duma (Senior 60 kg) dan Moh. Agung Saleh (Senior 63,5 kg).

Peta persaingan juga diramaikan oleh deretan camp berbakat lainnya, seperti Fight Art Camp Toili, Unismuh Camp Luwuk, Adipura Camp, hingga kontingen sekolah BCP SMAN 1 Pagimana.

Menatap Volume II di Tahun 2027

Bagi Erik Ronaldo Alimun, pemegang sabuk hitam kickboxing yang juga mengantongi lisensi wasit-juri nasional, event ini bukan sekadar mengejar piala, melainkan tanggung jawab moral membakar semangat pembinaan usia muda di Sulawesi Tengah.

“Antusiasme luar biasa dari penonton dan peserta menjadi energi bagi kami untuk terus menghadirkan panggung bertanding yang sehat, sportif, dan profesional. Kickboxing di Banggai punya masa depan sangat cerah,” tegas Erik.

Melihat sukses besar edisi perdana ini, Candati Combat Camp secara resmi mengumumkan bakal kembali menggelar Candati Combat Championship Volume II pada pertengahan tahun 2027 mendatang.

Rangkaian kejuaraan ditutup secara resmi oleh Ketua Dewan Sabuk Kickboxing Provinsi Sulawesi Tengah, diiringi pesan agar para peraih emas tidak cepat berpuas diri, serta petarung yang belum beruntung dapat menjadikan hasil ini sebagai pecutan latihan.

Dengan konsistensi pembinaan dan dukungan penuh dari KONI serta Pemkab Banggai, generasi emas petarung kickboxing dari Banggai diyakini siap menembus panggung nasional hingga internasional. *

Pasang Iklan Anda Disini_1