
Reporter Sofyan Labolo
LUWUK— Jika Forum Kota (Forkot) Luwuk Banggai sebagai ivent organizer (IO) mandi utang, tapi tidak bagi para pedagang yang mangkal di ruang terbuka hijau (RTH) Teluk Lalong Luwuk. Selama pameran pembangunan dihelat, para pedagang kaki lima (PKL) ketiban rezeki.
Salah seorang PKL RTH Lalong, Robby mengaku selama pameran pembangunan, omseetnya naik signifikan, dibanding hari biasanya.
“Alhamdulillah setiap malam rata-rata pendapatan Rp 1,5 juta. Sehingga ketika akumulasi selama pameran sekitar 20 juta bersih,” kata Robby kepada Luwuk Times Minggu (27/03/2022).
Ia pun membandingkan pendapatannya dengan hari biasanya.
Beda dengan hari biasanya sambung dia, hanya berkisar Rp 500-750 ribu per malam.
“Yah, sekitar itu. Omsetnya besar apabila malam Minggu,” kata pria yang tinggal di Kelurahan Hanga-Hanga Kecamatan Luwuk Selatan ini.
Tak hanya Robby. Para PKL RTH Lalong yang berjumlah sekitar 30-an ini juga ketimban durian runtuh terhadap kegiatan yang berlangsung selama dua pekan tersebut.
Robby mewakili aspirasi para pedagang RTH Luwuk berharap agar pameran pembangunan ini bisa menjadi agenda rutin dari Pemda Banggai.
“Iya, setelah 2 tahun kami merasakan kepanikan ekonomi lantaran pandemi covid, kami harap pameran pembangunan ini menjadi kegiatan tahunan. Dengan begitu terasa geliat ekonomi masyarakat,” ucap pria berambut gondrong ini. *
Discussion about this post