
Ia pun mengkritisi para wakil rakyat dari dapil Banggai, Bangkep dan Balut. Yang bagi nya belum pantas disebut sebagai penyambung lidah rakyat. Termasuk Wakil Gubernur Sulteng yang notabene dari Banggai.
Alasan Nain, karena aspirasi yang sudah lama tersuarakan itu, tak juga mendapat perhatian.
“Ada 8 orang penyambung lidah rakyat DPRD provinsi. Tambah lagi orang nomor 2 propinsi. Tapi sayang seribu kali sayang. Jalan gunung potong Kaduweng tak kunjung ada perbaikan,” keluhnya.
“Kami yang sering melewati jalan gunung potong Kaduweng, kurang sapu dada terus. Riki ini dada so licin rupa lante karena di sapu-sapu terus,” tambah Nain.
DPRD Sulteng
Sementara itu anggota DPRD Sulteng, Suryanto tak banyak memberi tanggapan atas keluhan pemuda Pangkalaseang itu.
“Insya Allah tahun 2023. Sekarang baru proyek jalan ruas Siuna-Bualemo, sdengan anggaran 64 miliar yang merupakan proyek multiyears 2022-2024,” kata politisi banteng moncong putih ini.
Terkait dengan jalan gunung potong Kaduweng, Suryanto juga memberi jawaban diplomatis.
“Terima kasih atas segala masukannya. Semoga tahun depan bisa terealisasi. Amin,” kata mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banggai ini. *
Dapatkan informasi lainnya di googlenews, KLIK: Luwuk Times
Discussion about this post