LUWUK TIMES, Luwuk — Cuaca panas ekstrem dan angin kencang di awal musim kemarau terus saja memicu ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Banggai.
Dalam sehari, Jumat (9/10/2026), Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai bergerak cepat memadamkan kobaran api yang membakar lahan di dua titik berbeda, yakni di Kecamatan Luwuk Selatan dan Luwuk Utara.
Kepala BPBD Kabupaten Banggai, Muhamad Rifai Mahiwa, membenarkan terjadinya dua insiden Karhutla tersebut.
Pihaknya langsung menerjunkan personil TRC ke lokasi begitu menerima laporan dari masyarakat dan otoritas setempat.
“Begitu menerima laporan, tim TRC BPBD Banggai langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, berkoordinasi dengan pihak kelurahan serta Bhabinkamtibmas, dan segera melakukan tindakan pemadaman,” ujar Muhamad Rifai Mahiwa.
Dua Titik Kebakaran dalam Sehari
Kejadian pertama berlangsung di Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan pada Jumat pagi sekitar pukul 09.30 WITA.
Kebakaran diduga berawal dari tumpukan sampah yang terbakar dan merembet ke area sekitarnya akibat suhu udara yang panas.
Luas lahan yang terdampak di lokasi ini diperkirakan mencapai 20 meter persegi (0,01 hektar). Api berhasil dilokalisir dan dipadamkan total oleh petugas TRC BPBD Banggai.
Tak berselang lama, insiden kedua terjadi di Kelurahan Kilongan Permai, Kecamatan Luwuk Utara pada siang hari sekitar pukul 13.00 WITA.
Kondisi vegetasi yang mengering akibat cuaca panas serta terpaan angin kencang membuat api cepat membesar dan membakar area hutan dan lahan seluas 2.246 meter persegi (0,22 hektar).
Untuk mengatasi kebakaran di Kilongan Permai, TRC BPBD Banggai berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banggai hingga titik api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
“Alhamdulillah, berkat kesiapsiagaan personil di lapangan dan sinergi bersama Dinas Damkar, Babinkamtibmas, serta pemerintah kelurahan setempat, seluruh titik api di kedua lokasi telah berhasil dipadamkan dan situasi kembali kondusif. Tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian ini,” jelas Muhamad Rifai Mahiwa.
Imbauan Penting untuk Masyarakat
Menyikapi tren kenaikan suhu udara berdasarkan rilis BMKG dan potensi kerawanan Karhutla selama musim kemarau, Kepala BPBD Banggai mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang memicu kebakaran.
“Kami mengimbau keras kepada seluruh masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Dalam kondisi cuaca kering dan berangin, percikan api kecil bisa dengan cepat meluas menjadi kebakaran besar,” tegasnya.
Rifai Mahiwa juga meminta warga untuk aktif mengawasi lingkungan sekitar dan segera melaporkan kepada pihak berwajib atau BPBD jika menemukan aktivitas pembakaran lahan ilegal atau melihat titik api sejak dini. *
Editor Sofyan Labolo













