Sinyal Bahaya Cabor Dayung Porprov X Sulteng, SK Pengprov Mati dan 3 Kali Ditunjuk Plt

40 dilihat
Sugiarto Djanun bersama para pegiat olahraga sedang berdiskusi di kantor KONI Banggai, Selasa (06/10/2026). (FOTO: Sofyan Labolo Luwuk Times)
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Luwuk — Pelaksanaan cabang olahraga (cabor) dayung pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Sulawesi Tengah berada di ujung tanduk. Status kepengurusan yang kedaluwarsa mengancam legalitas perlombaan olahraga air tersebut.

Ketua Bidang Organisasi Pengcab Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Banggai, Sugiarto Djanun, mengungkapkan bahwa dari 13 kabupaten/kota di Sulteng, hanya ada 5 hingga 7 Pengcab PODSI yang terhitung aktif.

Bahkan, Surat Keputusan (SK) Pengurus Daerah (Pengprov) PODSI Sulteng sendiri telah habis masa berlakunya dan sudah tiga kali ditunjuk Pelaksana Tugas (Plt).

Kondisi ini dinilai sangat berisiko tinggi secara hukum dan administrasi, mengingat penyelenggaraan Porprov menggunakan alokasi dana APBD.

“Sangat berisiko jika SK kepengurusan dalam kondisi mati lalu nomor pertandingan tetap dipaksakan untuk dilombakan. Kita harus taat aturan karena ini menyangkut penggunaan keuangan negara,” tegas Sugiarto.

Untuk menyikapi persoalan krusial ini, pihak PODSI Banggai telah membangun komunikasi dengan pengurus kabupaten/kota lainnya agar segera duduk bersama menentukan kejelasan nasib cabor dayung.

“Kami sudah koordinasi dengan kabupaten/kota, sebaiknya kita bertemu. Dari 7 kabupaten/kota yang ada harus kita checklist untuk efisiensi. Syarat 50 percent plus one berarti dari 7 daerah minimal harus mengantongi 4 dukungan kabupaten/kota,” jelasnya.

Sugiarto menegaskan bahwa batas akhir penentuan nasib cabor dayung di Porprov X Sulteng berada pada pertemuan tanggal 13 atau 14 Oktober mendatang.

Forum tersebut wajib mengambil keputusan tegas, yakni menggelar Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Muslub) untuk melegalkan kepengurusan, atau mencoret cabor dayung dari daftar pertandingan Porprov X.

Meski diterpa masalah administrasi, Sugiarto optimistis cabor dayung tetap bisa dilagakan di arena Porprov X Sulteng.

“Saya yakin 80 persen cabor dayung tetap diperlombakan. Alasannya jelas, kita harus menyiapkan calon-calon atlet potensial. Untuk itu, figur calon ketua juga harus segera disiapkan,” tambahnya.

Rencananya, terdapat 4 hingga 5 nomor pertandingan yang diproyeksikan berlaga, meliputi kategori Canoeing, Perahu Naga (Dragon Boat), Rowing, dan Kayak.

Khusus untuk Kontingen Kabupaten Banggai, Sugiarto menegaskan kesiapan penuh timnya untuk turun dan bersaing di seluruh nomor yang dipertandingkan. *

Pasang Iklan Anda Disini_1