LUWUK TIMES, Luwuk — Bagi para pejuang pergerakan dan aktivis era 2000-an di Kabupaten Banggai, tiga nama ini bukan lagi sosok yang asing.
Suara mereka pernah lantang, narasi kritiknya tajam namun selalu sarat dengan gagasan konstruktif.
Mereka adalah Aswan Ali, Hasanudin Zamaun, dan Makmur Manesa.
Jejak langkah ketiganya dulu lekat dalam ingatan saat sama-sama membesarkan Linca, kependekan dari Lintas Carita.
Dari sebuah markas sederhana di kawasan pesisir Jole Pante, Kecamatan Luwuk Selatan, mereka memupuk daya kritis dan menggelorakan semangat perubahan bagi Tanah Banggai.
Waktu boleh berlalu dan nama Linca mungkin tak selandai dulu. Namun, idealisme dan keberanian bereksplorasi di jiwa ketiganya tak pernah padam ditelan zaman.
Tiga sahabat lama ini kini bangkit kembali, berkumpul merajut energi baru dengan wadah yang terbilang unik dan nyentrik, Segala Urusan.
Tiga personil pengasuh Markas Segala Urusan ini membawa rekam jejak dan kematangan masing-masing.
Pertama, Bro Aswan Ali. Ia Praktisi hukum yang tetap merawat jiwa aktivisnya.
Kedua, Bro Hasanudin Zamaun. Ia adalah mantan “intel birokrasi” yang kini memegang komando sebagai Kepala Markas.
Sedang ketiga Bro Makmur Manesa. Ia adalah mantan komisioner KPU yang kini banyak berkiprah sebagai konsultan politik.
Wadah baru ini tak lama lagi akan resmi menyapa publik. Ruang ruang diskusi ramah khas warkop dan pertukaran ide yang hangat siap dihidupkan kembali.
”Dalam waktu dekat kami akan launching. Kami akan undang rekan-rekan kalangan aktivis dan wartawan untuk duduk bersama,” ujar Aswan Ali kepada Luwuk Times via telpon, Sabtu (03/10/2026).
Langkah ini menjadi bukti bahwa usia dan masa boleh berganti, namun ruang untuk merawat nalar sehat dan silaturahmi perjuangan di Banggai akan selalu menemukan jalannya. *
















