
Reporter Sofyan Labolo
LUWUK, Luwuk Times.ID— Terkendalanya distribusi logistik pada pemilu legislatif tahun 2019, disebabkan tidak adanya gudang penyimpanan kebutuhan pemilu tersebut yang dimiliki KPU Banggai.
Lembaga penyelenggara teknis pemilu ini tidak ingin raport merah itu kembali terjadi pada pemilu 2024 mendatang. Berangkat dari persoalan itu, KPU mengusulkan kepada pemerintahan Amirudin Tamoreka-Furqanudin Masulili (AT-FM) agar memfasilutasi diadakannya gudang logistik.
Hal ini menjadi salah satu topik yang dibahas pada kegiatan berlabel audiens antara AT-FM dan KPU Banggai, Selasa (15/06).
Komisioner KPU Kabupaten Banggai, Alwin Palalo kepada Luwuk Times tadi siang menginformasikan, bertempat di ruang Bupati Banggai, Selasa 15 Juni 2021, Komisioner KPU Banggai didampingi Plt. Sekretaris dan Kasubag Program dan data, ber audensi bersama AT-FM untuk menjalin koordinasi dan sinergitas terkait program-program strategis pasca Pemilihan Kepala Daerah Serentak tahun 2020.
Selain itu kata Alwin pihaknya menyampaikan permasalahan dan tantangan pada pemilu dan pemilihan Serentak tahun 2024, dimana salah satunya adalah ketersediaan gudang logistik.
“Kami mengusulkan ke Pemerintah Daerah agar pada pelaksanaan pemilu dan pemilihan tahun 2024 nantinya KPU Banggai sudah memiliki gudang logistik yang permanen dan representatif,” kata divisi Sosialisasi, SDM dan Parmas KPU Banggai ini.
Dalam audensi tersebut KPU Banggai juga menyerahkan laporan kegiatan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 yang dibiaya dari APBD, serta mengusulkan anggaran Hibah non pemilihan untuk membiayai kegiatan-kegiatan KPU pasca pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020.
Dan diakhir audensi, Bupati Banggai merespon dan akan mensuport serta memfasilitasi apa yang menjadi kendala KPU demi terlaksananya kegiatan Pemilu dan pemilihan serentak Tahun 2024 di Kabupaten Banggai.
“Alhamdulillah, pak Bupati merespon aspirasi kami saat audiensi,” tutup mantan Ketua Panwaslih Banggai tahun 2015 ini. *
Discussion about this post