Close

Cetak Tenaga Kerja Lokal Berstandar BNSP, PT PAU Dorong Kemandirian dan Daya Saing Industri di Banggai

136 dilihat
PT PAU cetak tenaga kerja lokal berstandar BNSP. (FOTO: PT PAU untuk Luwuk Times)
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Banggai – PT Panca Amara Utama (PT PAU) terus saja menunjukkan komitmen nyatanya dalam membangun potensi daerah. Lewat program pelatihan keterampilan kerja industri, PT PAU secara berkelanjutan terus mendorong peningkatan kapasitas dan kompetensi warga lokal, khususnya di bidang Scaffolder (teknisi perancah) dan Rigger (juru ikat beban).

Langkah strategis ini menjadi bagian dari visi perusahaan dalam menggembleng sumber daya manusia (SDM) lokal agar tak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang sesuai dengan dinamika dan standar tinggi dunia industri.

Hebatnya, pelatihan ini tidak sekadar memberikan teori dan praktik, melainkan membekali para peserta dengan sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Pengakuan kompetensi tingkat nasional ini menjadi modal berharga bagi warga lokal untuk memperkuat daya saing saat memasuki pasar kerja, terutama di sektor industri yang membutuhkan keahlian khusus dan presisi tinggi.

Pada program pelatihan Scaffolder, sebanyak 14 warga lokal ditempa melalui serangkaian kegiatan terstruktur. Pelatihan mencakup pendalaman teori secara daring selama dua hari yang dilanjutkan dengan simulasi serta praktik lapangan pada hari ketiga.

Materi teori dirancang secara komprehensif, meliputi regulasi K3 di lingkungan kerja, prosedur keselamatan bekerja di ketinggian, identifikasi potensi bahaya, pengenalan standar komponen perancah (scaffolding), hingga teknik dasar pemasangan dan pembongkaran perancah secara aman.

Saat praktik lapangan, peserta berkesempatan mengaplikasikan ilmu yang didapat secara langsung. Mereka melatih ketangkasan dalam perakitan, uji kelayakan struktur perancah, hingga menerapkan prosedur pembongkaran sesuai Standard Operating Procedure (SOP) industri.

Rangkaian ini dirancang untuk membentuk karakter kerja yang tangguh, disiplin, dan utamanya memprioritaskan keselamatan.

Sementara itu, pada kelas pelatihan Rigger, sebanyak 15 warga lokal berkesempatan memperdalam keahlian sebagai juru ikat beban.

Pelatihan berlangsung intensif selama tiga hari secara daring, yang terbagi atas dua hari pemantapan materi teknis serta satu hari uji kompetensi.

Para peserta dibekali pengetahuan krusial seputar K3 industri, rumus kalkulasi beban dan penggunaan alat bantu angkat, teknik pengikatan beban yang aman, aba-aba komunikasi (hand signals), pengendalian beban di udara, hingga tata cara administrasi dan pelaporan kerja Rigger.

Pada tahap akhir, kompetensi mereka diuji secara ketat oleh Asesor BNSP melalui asesmen mandiri, peninjauan portofolio kerja, serta wawancara teknis. Hasilnya memuaskan, seluruh peserta dari kedua program pelatihan tersebut dinyatakan lulus dan resmi mengantongi sertifikat kompetensi BNSP.

Pencapaian ini menjadi bukti konkret bahwa program pengembangan kapasitas yang diusung PT PAU berfokus pada kualitas menyeluruh mulai dari transfer pengetahuan, pengasahan keterampilan teknis, hingga pengakuan profesional melalui sertifikasi resmi.

Manajemen PT PAU berharap, lewat inisiatif ini, makin banyak warga lokal yang terserap di dunia kerja berkat kualifikasi yang relevan.

Keterampilan Scaffolder dan Rigger sendiri merupakan fondasi vital dalam operasional industri yang menuntut ketelitian tinggi dan kepatuhan penuh terhadap prosedur keselamatan kerja.

Lebih dari sekadar program pelatihan, langkah ini mencerminkan komitmen panjang PT PAU dalam merawat sinergi yang harmonis dan saling mendukung antara perusahaan dan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

PT PAU menegaskan akan terus mengulurkan tangan melahirkan inisiatif-inisiatif berbasis pengembangan SDM yang mengedepankan aspek keselamatan, profesionalisme, serta kemandirian ekonomi masyarakat lokal. *

Editor Sofyan Labolo

Pasang Iklan Anda Disini_1