Close

Mantan Atlet Karate Banting Setir ke Paralayang, Eulistina Djanun Siap Harumkan Nama Banggai di Porprov-X Sulteng

69 dilihat
Atlet paralayang Kabupaten Banggai Eulistina Djanun. (FOTO: Dokumen pribadi)
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Luwuk — Menembus batas kenyamanan dan menempa mentalitas tangguh tak selalu harus berada di jalur yang sama. Hal itulah yang dibuktikan oleh Eulistina Djanun, mahasiswi semester VII Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA Universitas Tadulako (Untad) Palu.

Dara berusia 21 tahun asal Luwuk ini memilih melangkah jauh keluar dari zona nyamannya. Ia menanggalkan sabuk karate untuk sementara, demi mengepakkan sayap menaklukkan angkasa melalui cabang olahraga paralayang.

Keinginan mencoba tantangan dan berburu suasana baru menjadi pemantik utama putri bungsu dari dua bersaudara pasangan Hendra Djanun dan Ita Novita ini untuk menjajal olahraga ekstrem tersebut.

Padahal, rekam jejak Eulistina di matras beladiri karate bukanlah kaleng-kaleng.

Sejumlah torehan prestasi mentereng telah berhasil ia sabet. Di antaranya berlaga di Kejuaraan Nasional Cadet junior U21 Piala Ketua Umum PB Forki tahun 2021 di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Ia juga pernah menyabet gelar juara Best of the Best pada ajang Piala Rektor Unismuh Luwuk.

Termasuk menyumbang medali perak nomor beregu putri untuk daerahnya pada Porprov Sulteng 2022. Bahkan, ia telah mengantongi sertifikat pelatih daerah.

Namun, dahaga akan pembentukan mental yang lebih kokoh membawanya pada keputusan berani. Ia mengudara bersama angin.

Sejak satu tahun terakhir, Eulistina mulai menekuni paralayang. Perjalanannya pun tak instan.

Untuk bertransisi dari status siswa menjadi atlet resmi, ia harus memenuhi syarat minimal 40 kali penerbangan.

Ketekunannya membuahkan hasil. Eulistina telah menjalani ujian lisensi untuk mendapatkan Lisensi Pilot Paralayang (PL1).

Di tengah kesibukan perkuliahan di Kota Palu, ia terus konsisten membagi waktu untuk berlatih di udara.

Dukungan penuh dari kedua orang tua menjadi bahan bakar utama bagi perjalanan Eulistina.

Sang ayah, Hendra Djanun, kepada Luwuk Times Kamis (22/10/2026) mengungkapkan alasannya memberikan restu penuh pada pilihan sang buah hati.

“Kenapa kami dukung? Ini adalah proses untuk mengubah cara pandang harfiah dan menempa mental seorang anak bungsu. Saya yakin, bukan hanya di karate, tetapi di olahraga paralayang pun dia mampu membawa nama harum daerah,” ujar Hendra dengan nada optimis.

Kini, dengan kombinasi disiplin tinggi khas atlet karate dan keberanian seorang penerbang muda, Eulistina Djanun siap mengangkasa lebih tingg.

Bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi juga membawa harum nama daerah di arena olahraga udara pada ajang Porprov-X Sulteng di Kabupaten Morowali 2026. *

Reporter Sofyan Labolo

Pasang Iklan Anda Disini_1