Di Bawah Terik, Ribuan Jamaah Bersama Bupati Banggai Bersimpuh Khusyuk dalam Salat Istisqa di Masjid Agung An-Nuur Luwuk

29 dilihat
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Luwuk — Suasana khidmat dan penuh rasa haru menyelimuti halaman Masjid Agung An-Nuur Luwuk pada Sabtu pagi (10/10/2026).

Di tengah cuaca terik dan ancaman kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banggai, ribuan jamaah, mulai dari pejabat daerah, tokoh agama, hingga masyarakat umum, berkumpul merapatkan barisan.

Dengan kepala tertunduk dan hati yang pasrah, mereka bersatu menengadahkan tangan menggemakan doa memohon diturunkannya hujan.

Pelaksanaan Salat Istisqa ini dihadiri langsung oleh Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat.

Agenda ibadah bersama ini terselenggara atas sinergi Pemerintah Kabupaten Banggai, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) An-Nuur Luwuk sebagai ikhtiar spiritual dalam menghadapi musim kemarau.

Angin yang berhembus perlahan seolah mengiringi kekhusyukan para jamaah saat menunaikan salat sunah dua rakat tersebut.

Dalam suasana yang sarat akan kerendahan hati dan kesadaran diri, Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, menyampaikan pesan yang menyentuh nurani seluruh hadirin.

“Mari kita bersama-sama mengangkat tangan dan membuka hati, memohon dengan penuh kerendahan diri agar Allah SWT berkenan menurunkan hujan yang membawa rahmat, menyuburkan bumi, mencukupi kebutuhan hidup, serta mendatangkan keberkahan bagi kita semua,” ujar Bupati Amirudin dengan nada tulus di hadapan para jamaah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi mendalam dan ucapan terima kasih kepada para ulama, panitia pelaksana, pengurus DKM Masjid Agung An-Nuur, serta seluruh lapisan masyarakat yang melangkahkan kaki dan memadati lapangan untuk berdoa bersama.

Ia menegaskan bahwa momentum Salat Istisqa bukan sekadar ritual memohon air dari langit, melainkan jalan untuk menguatkan kebersamaan, meningkatkan keimanan, memohon ampunan atas dosa, serta menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga alam dan memanfaatkan air secara bijaksana.

“Semoga Allah SWT menerima ibadah kita, mengampuni segala dosa dan kekhilafan kita, mengabulkan doa-doa kita, serta mencurahkan rahmat dan keberkahan-Nya kepada Kabupaten Banggai dan seluruh masyarakatnya,” tutur Amirudin mengakhiri sambutannya.

Rangkaian ibadah yang berlangsung penuh ketenangan tersebut kemudian ditutup dengan pencerahan kalbu melalui ceramah agama yang disampaikan oleh Dr. KH. Muhammad Muadz.

Jamaah menyimak tausiyah dengan khidmat hingga usainya seluruh prosesi, membawa harapan besar agar langit Banggai segera dicurahi hujan rahmat yang menyejukkan bumi. *

Reporter Ahtar Basonggo
Editor Sofyan Labolo

Pasang Iklan Anda Disini_1