LUWUK TIMES, Nuhon — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Banggai terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam membenahi tata kelola perlindungan sosial. Memastikan program bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan akurat, Dinsos Banggai menggelar Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta Bimbingan Teknis Aplikasi SIKS-NG di Desa Bela, Kecamatan Nuhon.
Agenda strategis yang menyatukan unsur jajaran dari tiga kecamatan sekaligus Bunta, Simpang Raya, dan Nuhon ini, diikuti oleh aparatur kecamatan, pemerintah desa, Pendamping PKH, TKSK, hingga para operator SIKS-NG desa/kelurahan.
Langkah proaktif Dinsos Banggai ini mendapat apresiasi penuh dari Plt. Camat Nuhon, Rahman Sangkota, S.Sos., yang menggarisbawahi pentingnya penguatan kapasitas aparatur hingga tingkat tapak demi terciptanya integrasi data sosial yang valid.
Tak sekadar memberikan pemahaman materi teknis, momentum ini dimanfaatkan secara maksimal oleh Dinsos Banggai untuk melakukan aksi nyata. Di sela-sela acara, Kepala Dinsos Kabupaten Banggai, Hariadi Bola, S.H., menyerahkan langsung proposal Bantuan Keuangan (Bankeu) kepada Plh. Kepala Dinsos Provinsi Sulawesi Tengah, Kiki Rezqi Ramdaniasari, S.STP., MM.
Langkah diplomatis ini menjadi bukti keagresifan Dinsos Banggai dalam menjemput bola dan menggaet dukungan anggaran dari tingkat provinsi.
Hariadi Bola menegaskan bahwa operator SIKS-NG di desa dan kelurahan merupakan ujung tombak dalam memutakhirkan kondisi sosial ekonomi warga. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas mereka menjadi prioritas utama.
“Para operator dan pendamping lapangan adalah garda terdepan. Keakuratan data yang mereka kelola akan menentukan apakah bantuan sosial bisa membebaskan warga kita dari jerat kemiskinan atau tidak,” tegas Hariadi dalam arahannya.
Untuk memberikan pembekalan yang komprehensif, Dinsos Banggai menghadirkan sederet narasumber kunci dari berbagai instansi terkait.
Dinsos Provinsi Sulteng, yang memaparkan arah kebijakan DTSEN dan pentingnya sinergi pengelolaan data dari tingkat provinsi hingga desa.
Disdukcapil Kabupaten Banggai. Diwakili Sekretaris Disdukcapil, Hasanudin Baadi, S.H., memaparkan pentingnya pemutakhiran data kependudukan, seperti pelaporan warga yang meninggal dunia, agar tidak ada lagi bantuan sosial yang tidak tepat sasaran.
Kepala BPS, Moh. Rivani, S.Ip., MM., mengupas tuntas klasifikasi desil dan data sosial ekonomi sebagai acuan penentuan derajat kesejahteraan masyarakat.
Dan BPJS Kesehatan yang diwakili Sofly O. Kotambuna, memperjelas mekanisme kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) agar hak kesehatan masyarakat kurang mampu tetap terjamin.
Setelah sesi pemaparan materi, Dinsos Banggai melalui Operator Kabupaten, Auli Rahman, SP, memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) pengoperasian Aplikasi SIKS-NG secara praktis kepada seluruh operator desa dan kelurahan.
Acara kemudian ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif. Berbagai persoalan krusial di lapangan, mulai dari kendala teknis SIKS-NG, data kemiskinan, masalah kependudukan, hingga kepesertaan PBI-JK dikupas tuntas untuk menemukan solusi bersama secara langsung.
Lewat inisiatif berkelanjutan ini, Dinsos Kabupaten Banggai menegaskan perannya bukan hanya sebagai penyalur bantuan, melainkan sebagai motor penggerak dalam menghadirkan data sosial ekonomi yang akurat, mutakhir, dan berkeadilan demi mempercepat penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Banggai. *













