IKLAN
DKISP

Kunker di Banggai, Wakil Menteri Pertanian Apresiasi Program 1 Juta Satu Pekarangan

990
×

Kunker di Banggai, Wakil Menteri Pertanian Apresiasi Program 1 Juta Satu Pekarangan

Sebarkan artikel ini
Editor: Sofyan Labolo
Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Ir. Harvick Hasnul Qolbi bertandang di Kabupaten Banggai. (Foto: DKISP Banggai)

Luwuktimes.id — Saat kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Banggai, Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Ir. Harvick Hasnul Qolbi mengapresiasi program 1 Juta Satu Pekarangan yang telah dijalankan di Kabupaten Banggai.

Bahkan Harvick Hasnul Qolbi menilai salah satu program andalan Bupati Banggai H. Amirudin itu menjadi Pilot untuk kabupaten Lain.

Harvick Hasnul Qolbi mengatakan, program 1 Juta Satu Pekarangan memiliki potensi besar untuk menekan kemiskinan ekstrem. Termasuk menjadi contoh bagi kabupaten/kota maupun provinsi lain.

“Program 1 Juta Satu Pekarangan ini memang menekan kemiskinan ekstrem. Ini bisa kita jadikan pilot untuk kabupaten/kota, provinsi lain,” ujar Wamen Pertanian RI, Sabtu (9/3/24) di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Moilong Kabupaten Banggai.

Berdasarkan analisis yang mendalam oleh Satuan Tugas Pengelola Data Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (Satgas Pengelola Data P3KE) di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Kabupaten Banggai mencatatkan angka estimasi kemiskinan ekstrem sebesar 0.00 pada tahun 2023.

Bupati Banggai, Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, MM, AIFO memberikan gambaran mengenai potensi pertanian di Kabupaten Banggai.

Baca:  Aspirasi Bupati Banggai Langsung Direspon Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi

Daerah in memiliki luas lahan mencapai 27 ribu hektar dan produksi tanaman pakan mencapai 90 ribu ton per tahun. Sementara konsumsi lokal hanya sekitar 30 ribu ton.

Hal ini menciptakan surplus sekitar 60 ribu ton, yang dapat menjadi penyuplai bagi beberapa kabupaten di sekitarnya.

Namun, tantangan terbesar dalam meningkatkan produksi adalah keterbatasan sumber daya produksi seperti pupuk, obat-obatan, dan alat mesin pertanian.

error: Content is protected !!