Advertising

Example floating
Example floating

Kunker di Banggai, Wakil Menteri Pertanian Apresiasi Program 1 Juta Satu Pekarangan

Sofyan
Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Ir. Harvick Hasnul Qolbi bertandang di Kabupaten Banggai. (Foto: DKISP Banggai)
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

Luwuktimes.id — Saat kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Banggai, Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia, Ir. Harvick Hasnul Qolbi mengapresiasi program 1 Juta Satu Pekarangan yang telah dijalankan di Kabupaten Banggai.

Bahkan Harvick Hasnul Qolbi menilai salah satu program andalan Bupati Banggai H. Amirudin itu menjadi Pilot untuk kabupaten Lain.

IMG-20260829-WA0006

Harvick Hasnul Qolbi mengatakan, program 1 Juta Satu Pekarangan memiliki potensi besar untuk menekan kemiskinan ekstrem. Termasuk menjadi contoh bagi kabupaten/kota maupun provinsi lain.

Baca Juga:  Misi Pertahankan Tahta Porprov, Bupati Amirudin Pimpin Langsung Strategi Kontingen Banggai

“Program 1 Juta Satu Pekarangan ini memang menekan kemiskinan ekstrem. Ini bisa kita jadikan pilot untuk kabupaten/kota, provinsi lain,” ujar Wamen Pertanian RI, Sabtu (9/3/24) di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Moilong Kabupaten Banggai.

Berdasarkan analisis yang mendalam oleh Satuan Tugas Pengelola Data Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (Satgas Pengelola Data P3KE) di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Kabupaten Banggai mencatatkan angka estimasi kemiskinan ekstrem sebesar 0.00 pada tahun 2023.

Baca Juga:  Pangkas Anggaran Hore-Hore, KONI Banggai Kencangkan Ikat Pinggang demi Pertahankan Juara Porprov Sulteng 2026

Bupati Banggai, Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, MM, AIFO memberikan gambaran mengenai potensi pertanian di Kabupaten Banggai.

Daerah in memiliki luas lahan mencapai 27 ribu hektar dan produksi tanaman pakan mencapai 90 ribu ton per tahun. Sementara konsumsi lokal hanya sekitar 30 ribu ton.

Baca Juga:  Suasana Haru di Ujung Pengabdian 29 Tahun: Catatan Perpisahan Agus Gunadi dan Yusni Monggesang serta Syukuran Kadinsos Banggai

Hal ini menciptakan surplus sekitar 60 ribu ton, yang dapat menjadi penyuplai bagi beberapa kabupaten di sekitarnya.

Namun, tantangan terbesar dalam meningkatkan produksi adalah keterbatasan sumber daya produksi seperti pupuk, obat-obatan, dan alat mesin pertanian.

-->