

Reporter Sofyan Labolo
Luwuk Times — Luwuk Kabupaten Banggai layak menjadi tuan rumah pelaksanaan kejuaraan nasional (kejurnas) paralayang.
Ada beberapa indikator sehingga Ketua Paralayang Provinsi Sulteng Asgaf Umar memberi garansi itu.
Kepada Luwuk Times, Sabtu (10/12/2022), Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Federasi Aer Sport Indonesia (FASI) Sulteng ini mengaku, kawasan keles Kecamatan Luwuk yang saat ini menjadi lokasi take off para atlet paralayang eksebisi Porprov IX Sulteng, bukan hal yang baru.
Sebab sejak tahun 2006 lalu, Keles sudah pernah termanfaatkan sebagai lokasi terbang.
“Keles sebenarnya bukan lokasi yang baru. Sejak tahun 2006 sudah kami gunakan. Saat Sudarto masih jabat Bupati Banggai. Teman teman dari Jawa terbang disini. Tapi setelah itu tidak ada yang lanjutkan,” kata Asgaf.
Menurut Asgaf, secara syarat, lokasi Keles sangat layak sebagai pelaksaanaan Kejurnas cabor paralayang.
Ada beberapa hal teknis yang menjadi pertimbangannya.
Yakni tempat naik turun dekat, Take off nya bagus. Termasuk pendaratannya lumayan ideal.
Meski begitu masih ada yang perlu pembenahan. Akses jalan menuju take off serta lokasi take off itu sendiri.
“Tinggal penataan sedikit. Mungkin ditanami rumput dan proses pemerataan lokasi,” ucapnya.
Luas lahan ideal sebuah ajang Kejurnas yakni 20×40 meter. Sedang kawasan keles lebih dari luasan itu.
Satu hal yang menjadi nilai plus bagi Asgaf, yakni view.
“Selama 20 tahun saya terbang, tidak ada view seperti ini yang saya temukan. Itu sangat potensi untuk dijual untuk pariwisata,” katanya.
Itu artinya, selain prestasi lewat olahraga dirgantara juga pengembangan obyek wisata Luwuk Kabupaten Banggai.
“Seperti Bali, Batu, dan Puncak. Termasuk Kota Palu. Keles sangat punya potensi. Dan saya harap Pemda bisa interpensi ini. Dan kami dari provinsi siap mendukung untuk keberlanjutan tempat itu,” tutup Asgaf. *
Discussion about this post