Advertising

Example floating
Example floating

Pemanah Tradisional Seluruh Dunia Ngumpul di Turki

Sofyan
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

BANGGAI, Luwuk Times – Pemanah tradisional dari seluruh dunia bakal ngumpul di Istanbul Turki.

Mereka akan mengikuti ajang internasional paling bergengsi berlabel Mumtas Goes to Fetih Kupasi Istanbul 2025.

IMG-20260829-WA0006

Bukan hal mudah untuk bisa tembus pada kompetisi itu. Para pemanah sebelumnya harus melewati tahapan seleksi ekstra.

Sebelumnya Komunitas Muslim Traditional Archery (Mumtas) Sulawesi Tengah, bekerja sama dengan Ireach Malaysia sebagai donatur melaksanakan seleksi.

Ajang seleksi itu juga mendapat dukungan dari Federasi Seni Panahan Tradisional (Fespati) Banggai dan Aqib Archery.

Baca Juga:  SJS Luwuk Turunkan Dua Tim di Piala Soeratin Sulteng 2026

Ketua Fespati Banggai, Iswan Kurnia Hasan Senin (24/2/2025) mengatakan, Fetih Kupasi adalah ajang tahunan yang mempertemukan pemanah tradisional dari seluruh dunia.

Dan itu menjadi kejuaraan paling prestisius di kategori panahan tradisional.

Seleksi berlangsung yang secara online ini melibatkan hampir seratus pemanah tradisional, baik laki-laki maupun perempuan. Mereka berasal dari berbagai kabupaten dan kota se Sulawesi Tengah.

Seleksi berlangsung sejak 12 Februari, dengan babak final pada 23 Februari 2025.

Baca Juga:  Bakal Kirim 354 Atlet ke Morowali, KONI Banggai Siapkan Pesta Bonus Rp2,9 Miliar untuk Peraih Medali

Dari kategori putra, Purnama atau Abu Fazly dari Nakadiki Archery Kabupaten Donggala keluar sebagai pemenang setelah mengalahkan Muhardin atau Abu Alifah dari Wasilah Archery Kota Palu.

Sementara kategori putri, Noviana dari Saladin Archery Kota Palu meraih kemenangan setelah mengungguli Yunita dari Donggala Archery Community Kabupaten Donggala.

Acara bertajuk “Mumtas Goes to Fetih Kupasi Istanbul 2025” ini menjadi momen bersejarah bagi komunitas panahan tradisional se Sulawesi Tengah.

“Panitia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ireach Malaysia atas dukungannya sebagai sponsor utama. Yang memungkinkan archer Sulawesi Tengah untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam ajang internasional di Turki,” tutur Iswan Kurnia Hasan.

Baca Juga:  Banggai Prix Championship 2026 di Sirkuit Adipura Luwuk Tak Sekadar Kejar Kecepatan, Keselamatan Penonton Harga Mati

Fetih Kupası 2025 akan berlangsung pada tanggal 27 hingga 29 Mei 2025.

Acara ini merupakan turnamen panahan internasional yang mempertemukan pemanah tradisional dari seluruh dunia.

Kegiatan ini diadakan setiap tahun untuk memperingati penaklukan Kota Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Al-Fatih pada 29 Mei 1453. * stp

 

-->