Close ADS

Nasional

Membayangkan Wajah Perkotaan Indonesia dari Pameran Suatu Hari yang Baik 2045

523
×

Membayangkan Wajah Perkotaan Indonesia dari Pameran Suatu Hari yang Baik 2045

Sebarkan artikel ini
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: Istimewa)

Luwuk Times, Jakarta— Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menghimbau semua pihak mempunyai visi yang sama dalam hal kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan untuk pembangunan permukiman dan perkotaan di Indonesia.

Hal ini disampaikan Basuki usai meninjau pameran “Suatu Hari yang Baik 2045” di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, akhir pekan lalu.

Saat berkeliling area pameran, Basuki mendapatkan pemaparan dari Direktur Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Kementerian PUPR, Dian Irawati.

Ira memaparkan bahwa pameran ‘Suatu Hari yang Baik 2045’ merupakan kajian sejarah dan menjadi referensi perkotaan di masa depan.

Termasuk dengan menggunakan artificial inteligent untuk memproyeksikan perkembangan perkotaan di tanah air.

“Ke depan permukiman sudah seharusnya mulai vertikal (dibangun ke atas) tapi hijau, dan direncanakan dengan pengolahan limbah yang sudah terencana, penggunaan solar panel, sampai panen air hujan. Di 2045 walaupun modern tapi semua sudah seharusnya berkelanjutan,” papar Ira.

Baca:  Inflasi di Depan Mata, Penggunaan Belanja Barang Tidak Terduga Butuh Pendampingan Hukum

Usai menyimak seluruh pemaparan sambil melihat berbagai macam citra visual pameran, Basuki menyampaikan apresiasinya.

“Saya terima kasih, pameran ini mengingatkan kita, meng-encourage kita. Kalau kita ingin mempunyai yang seperti itu, tidak usah menunggu 100 tahun Indonesia Merdeka di 2045. Kalau kita mau, mulai berubah dari sekarang, dan kita harus bekerja ke arah itu,” ujar Basuki.

Basuki kemudian memberi contoh bagaimana Kementerian PUPR Di PU kini sangat memperhatikan kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan di setiap kegiatan pembangunan infrastruktur.

“Kita bangun jembatan mengikutsertakan arsitek, untuk bisa mendesain jembatan yang lebih baik. Tidak hanya fungsional komponen beton, tapi harus punya unsur estetika,” tukas Basuki.

Basuki juga menjelaskan tentang realisasi dari konsep green infrastructure untuk mendukung keberlanjutan lingkungan hidup.

Baca:  Sulawesi Tengah Berusia 59 Tahun, Ini Daftar Nama Para Gubernurnya

“Misalnya kalau kita bangun jalan, jangan sampai run-off-nya itu lari kemana-mana, mengotori sungai, mengotori laut,” ujar Pak Bas.

Kembali ke pameran ‘Suatu Hari yang Baik 2045’, Basuki menghimbau ada kesadaran semua pihak, tidak hanya pemerintah, tapi juga pihak swasta seperti developer untuk memperhatikan visi keberlanjutan.

“Karena 20 tahun itu enggak lama, sangat sebentar. Sehingga kita harus mulai dari sekarang, tidak hanya pameran, tapi kita kerjakan. Apakah itu PUPR, IAI, PII, real estate, semua bertanggungjawab mewujudkan Suatu Hari Yang Baik di 2045,” pungkas Basuki.

Di akhir acara, Basuki kembali menekankan bagaimana mewujudkan sebuah visi seperti ‘Suatu Hari yang Baik 2045’ melalui aksi.

“Saya butuh yang kayak gini. Saya yang pulling down to the earth, do it. Kerjakan dan itu mulai sekarang,” tegas Basuki.