
Tapi pelabuhan begitu begitu terus, tidak ada perbaikan sama sekali. Aspalnya sudah rusak dan banyak lubang.
Bahkan lanjut Samsul, masyarakat mengeluh. Pungutan jalan terus tapi pelabuhan rusak, kata mereka.
“Kita diam saja. Sudah begitu memang rakyat. Habis kita mau ambil darimana uang untuk perbaikan kalau bukan dari pemerintah daerah,” imbuhnya.
Selain memungut retribusi masuk pelabuhan, retribusi tambatan kapal yang bersandar, juga kena retribusi.
“Kita hitungnya dari GT (Gross Tonage) kapalnya. Pungutannya variatif antara Rp. 5000 – Rp. 120 ribu persatu kali sandar,” ujarnya.
Berapa jumlah personil untuk menjaga pelabuhan include dengan honornya?
Samsul mengatakan, sebanyak 18 orang. Dengan gaji Rp. 1,5 juta perbulan.
“Mereka andalan dinas ini. Bekerja mulai pukul 07.00 wita dan pulang pukul 22.00 wita,” ujarnya.*
Discussion about this post