DKISP

Pantau Aktivitas Warga Luwuk, DKISP Banggai Siapkan Ratusan CCTV

411
×

Pantau Aktivitas Warga Luwuk, DKISP Banggai Siapkan Ratusan CCTV

Sebarkan artikel ini
Editor: Sofyan Labolo Sumber Berita
Kepala DKISP Banggai Lesmana Kulab. (Foto: Sofyan Labolo Luwuk Times)

Luwuktimes.id — Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (DKISP) Banggai menyiapkan ratusan kamera pengawas atau CCTV. Fasilitas itu akan dipajang di sejumlah tempat. Seperti ruang publik dan daerah-daerah rawan aksi kejahatan.

“Program itu adalah command center. Insya Allah, kamera CCTV itu akan dipasang di sejumlah tempat rawan kejahatan dan ruang publik,” kata Kepala DKISP Banggai, Lesmana Kulab kepada sejumlah pewarta di ruang kerjanya, Selasa (9/1/2024).

Program ini diilhami saat agenda kunjungan Bupati Banggai, Amirudin di Singapura. Saat kunjungan di Singapura itu, Bupati Amirudin sempat diajak Wakil Perdana Menteri Singapura menyaksikan program command center yang telah diterapkan di negara itu.

Di agenda itu, Bupati Amirudin bersama sejumlah kepala daerah lainnya di Indonesia. Dan Kabupaten Banggai yang belum menerapkan command center.

Baca:  Hadiri Mombowa Tumpe dan Festival Batui Expo, Menparekraf Sandiaga Uno Bertandang di Banggai

“Awalnya saat kunjungan Pak Bupati di Singapura. Saat itu, Wakil Perdana Menteri Singapura sempat mengajak Bupati Amirudin, justru dari sejumlah kepala daerah hanya Bupati Amirudin yang diajak dan belum menggunakan command center,” tutur Lesmana.

Tahun ini pengadaan kamera CCTV berjumlah 275 unit. Jumlah ini akan kembali ditambahkan di tahun anggaran berikutnya.

Di ruang publik, semisal masjid dan pasar tradisional sebut Lesmana, akan dibikin interaksi dengan masyarakat.

“Tapi tidak semua dipasang yang interaksi. Hanya di tempat-tempat tertentu saja yang dibikin interaktif,” ujar Lesmana.

Ia mengakui, smart city, suka atau tidak suka wajib diterapkan.

Baca:  Muntasar Abd Azis Tantang Pengurus KONI Banggai yang Baru, Porprov Sulteng ke X 2026 Bikin di Luwuk

“Orang Singapura itu taat, karena ada banyak yang mengawasi. Bukan karena kesadaran, karena takut,” katanya.

 Lesmana mencontohkan dampak lain kamera CCTV yang tersebar di berbagai wilayah. Contoh pengelolaan sampah di Kota Bandung menjadi terkendali setelah di berbagai tempat dipasangi CCTV.

“Di Bandung contohnya. Kenapa CCTV bisa mengendalikan sampah. Dulu, awalnya disiapkan CCTV, warga yang membuang sampah sembarangan, terekam kamera CCTV. Hasil rekaman itu dilepas di videotron, dipajang di medsos. Tapi, tidak mencantumkan nama orang. Ada sugesti, jadi mereka takut membuang sampah sembarang. Demikian halnya dengan kasus kejahatan,” jelas Lesmana.

Untuk tahun ini sebut Lesmana, diadakan 275 unit. “Targetnya sampai 500 kamera,” katanya. *

error: Content is protected !!