Pasukan Kecil Dojo Seishin INKANAS Banggai yang Sukses Menaklukkan Poso Lewat Keringat dan Nyali Besi

oleh -83 Dilihat
oleh
Pasukan kecil Dojo Seishin INKANAS Banggai. (Foto: INKANAS Banggai untuk Luwuk Times)

LUWUK TIMES, Poso — Di sudut Gedung Olahraga (GOR) Pusulemba, Poso, riuh tepuk tangan dan teriakan pembakar semangat membahana selama tiga hari berturut-turut, 7–9 Agustus 2026.

Di tengah ribuan pasang mata dan kepungan sekitar 470 karateka tangguh se-Sulawesi, berdiri sebuah kontingen kecil asal Kabupaten Banggai.

Jumlah mereka tak banyak. Hanya 25 anak muda yang membawa nama satu dojo, yakni Dojo Seishin INKANAS Banggai.

Di atas tatami, angka 25 itu seolah bukan batasan. Menghadapi lawan-lawan berat, yang mayoritas merupakan tim gabungan tingkat pengurus provinsi maupun pengurus cabang kota besar, para karateka muda ini bertarung tanpa rasa gentar.

Hasilnya? Luar biasa. Dari 25 atlet yang diterjunkan, mereka berhasil memborong 25 keping medali, masing-masing 6 emas, 11 perak, dan 8 perunggu.

Bahkan menyabet predikat Juara Umum III pada Kejuaraan Terbuka Se-Sulawesi Piala Ketua FORKI Poso.

Setiap atlet pulang membawa pengakuannya masing-masing. Efisiensi, semangat, dan nyali besi menjadi kunci bagaimana “pasukan kecil” ini mengimbangi tuan rumah FORKI Poso dan FORKI Kota Palu yang tampil dengan amunisi puluhan atlet di semua kelas.

Tetes Keringat dan Mimpi yang Terus Berproses

Dibalik kilaunya puluhan medali tersebut, ada linangan air mata, peluh latihan yang tak terhitung jumlahnya, dan pengorbanan dari para pelatih serta orang tua.

Bagi sang pelatih, Pratiwi Andini dan manajer Dojo Seishin, Ipda Moh. Bagus Aprianto Ahmad, raihan ini bukan sekadar piala.

Akan tetapi potret perjuangan anak-anak asuh mereka yang sedang meniti jalan panjang.

“Semua akan terus berproses. Hasil yang kita dapatkan hari ini tentu menjadi bahan evaluasi untuk ke depan agar bisa meraih prestasi yang lebih baik lagi, hingga mampu bersaing di ajang nasional,” tutur Pratiwi dengan mata berbinar bangga.

(Foto: INKANAS Banggai untuk Luwuk Times)

Semangat berjuang itu ternyata tak hanya menyala di Dojo Seishin. Gelombang keberanian juga ditunjukkan oleh dojo-dojo kawan seperjuangan dari Banggai.

Dojo INKANAS Satpol PP berhasil menyumbangkan 1 perak dan 6 perunggu, INKANAS Bunta membawakan 2 perak dan 5 perunggu serta INKANAS Simpang Raya yang turut mengamankan 1 medali perak.

Secara keseluruhan, kontingen-kontingen kecil ini membuktikan bahwa benih-benih prestasi karate di tanah Banggai tumbuh subur hingga ke pelosok kecamatan.

Menjaga Asa Generasi Emas Banggai

Apresiasi mendalam turut mengalir dari Sekretaris Umum INKANAS Banggai, Alan Nuary Abdussama, SH., AIFO-P.

Bagi Alan, keberanian para atlet dan pelatih untuk melangkah keluar daerah, bertanding di arena luar, adalah modal berharga yang membentuk karakter dan mental juara.

“Ini merupakan hal yang sangat positif. Mereka tidak hanya hadir untuk bertanding, tetapi juga mampu membawa nama baik INKANAS Banggai di tingkat regional. Prestasi ini bukti bahwa proses pembinaan terus berjalan,” ungkap Alan.

Keberhasilan perjalanan ini tentu tak lepas dari kerja kolaboratif. Dukungan mengalir dari Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai, Ketua Umum dan jajaran Pengcab INKANAS Banggai, para pelatih, hingga ketulusan doa dari para orang tua yang tak pernah lelah mendampingi langkah anak-anak mereka.

Langkah kaki mereka di GOR Pusulemba Poso mungkin telah usai. Namun perjalanan panjang para karateka muda Banggai baru saja dimulai.

Di atas tatami, mereka telah membuktikan, yakni dengan tekad, kerja keras, dan kebersamaan, ukuran kontingen bukanlah halangan untuk mengukir sejarah.

Mereka adalah generasi emas Banggai muda, berani dan siap menaklukkan panggung yang lebih luas di masa depan.

Daftar juara pada Kejuaraan Terbuka se-Sulawesi Piala Ketua FORKI Poso

Juara I FORKI Poso
23 medali emas
15 medali perak
21 medali perunggu

Juara II FORKI Palu
8 medali emas
5 medali perak
5 medali perunggu

Juara III Dojo Seishin INKANAS Banggai
6 medali emas
11 medali perak
8 medali perunggu. *

Reporter Sofyan Labolo