

Gufran Ahmad dalam sambutannya mengatakan Kejurprov PBSI Sulteng 2023 ajang untuk evaluasi pembinaan di daerah. Khususnya untuk usia dini, anak-anak, remaja yang masih domiinan dikuasai kota Palu.
“Insya Allah bonus tahun berikutnya lebih besar. Saya berharap Kejurprov 2023 dimaknai bukan hanya kompetisi semata, tetapi mengevaluasi hasil latihan selama ini. Yang juara tidak selamanya juara kalau kita terus gigih berlatih, tahun berikutnya kita pasti menjadi juara,” kata Gufran Ahmad.
Sebanyak 6 emas kota Palu dipersembahkan di sektor tunggal taruna putri, tunggal remaja putri, tunggal pemula putra, tunggal anak-anak putri, tunggal anak-anak putra dan tunggal usia dini putri.
Juara kedua, diraih PBSI Tolitoli dengan meraih 2 emas 1 perak dan dua perunggu. 2 medali emas Tolitoli diraih tunggal usia dini putra oleh Fahrin Shiddiq dan tunggal remaja putra oleh Moh Nabil.
Juara ketiga direbut PBSI Banggai Laut dengan meraih 1 emas 1 perak dan 1 perunggu. Medali emas Banggai Laut dari sektor tunggal pemula putri oleh Manansang Devy Velove Vriskya. Sedang 2 medali emas tersisa diraih PBSI Kabupaten Banggai dan PBSI Kabupaten Parimo.
Emas Kabupaten Banggai dipersembahkan Ronald P Babo di sektor tunggal taruna putra. Satu emas Parigi Moutong dipersembahkan pasangan Khaerul/ Marcel Philipe di sektor ganda taruna putra. * Bar
Baca juga: Berkeringat Saat Beri Sambutan, Sulianti Murad Janji Belikan 4 Unit AC untuk KONI Banggai
Kunjungi juga Luwuk Times di Google News
Discussion about this post