IKLAN
Nasional

Sikap Menlu RI di PBB, Retno Marsudi: Hentikan Kengerian yang Dihadapi Warga Palestina

475
×

Sikap Menlu RI di PBB, Retno Marsudi: Hentikan Kengerian yang Dihadapi Warga Palestina

Sebarkan artikel ini
Editor: Sofyan Labolo
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi saat berpidato di sidang Dewan Keamanan PBB terkait Palestina. (Foto: Capture)

LUWUKTIMES.ID— Sejak awal Indonesia berdiri di tengah-tengah rakyat Palestina. Komitmen NKRI jelas, tak membenarkan penjajahan di atas dunia sesuai amanat konstitusi.

Penegasan itu kembali disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi di sidang Dewan Keamanan (DK) PBB menyoal Palestina, Kamis (25/1/2024).

“Saya berada di sini. Dan hari ini untuk ke tiga kalinya dalam tiga bulan. Bergabung dalam debat dewan mengenai Palestina untuk menegaskan kembali komitmen teguh Indonesia untuk mendukung Palestina. Menyatakan bahwa Indonesia tidak akan berhenti sampai kembalinya keadilan dan martabat rakyat Palestina,” tegas Retno.

Keberadaannya di sidang DK PBB tegas Retno, untuk mengingatkan anggota DK PBB.

“Bahwa anda mempunyai mandat besar untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional, tidak menoleransi perang dan terutama tidak melakukan genosida,” tekan Retno.

Piagam PBB kata Retno, sudah jelas. Resolusi DK PBB bersifat mengikat dan harus ditegakkan.

“Pertanyaan saya hari ini. Berapa banyak resolusi yang telah diadopsi mengenai Palestina? berapa banyak yang diberlakukan? Ke manakah Palestina harus pergi, ketika selama berpuluh-puluh tahun Dewan Keamanan PBB gagal bertindak berdasarkan resolusinya sendiri, sementara Israel membunuh warga Palestina tanpa mendapat hukuman?,” tanya Retno.

Baca:  Syuhada Warga Palestina di Jalur Gaza Capai 3 Ribu, Ahed: Setiap 5 Menit Gugur Syahid

Pemerintah Indonesia ungkap Retno, mendesak anggota DK PBB untuk menghentikan kengerian sehari-hari yang dihadapi warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.

“Apakah lebih dari 25 ribu orang meninggal dan semakin banyak orang meninggal, karena kelaparan dan kedinginan, termasuk bayi dan anak-anak, terlalu sedikit bagi kita untuk mengambil tindakan? Kita semua mempunyai tanggung jawab untuk menegakkan hukum Humaniter Internasional tanpa terkecuali terhadap situasi di Gaza,” kata Retno.

Retno Marsudi menjelaskan pada 18 Januari, Perdana Menteri Netanyahu secara terbuka menyatakan, dia tidak akan membiarkan negara Palestina ada.

“Indonesia menolak keras pernyataan tersebut,” tegas Retno.

Pernyataan Netanyahu ungkap Retno, tidak dapat diterima.  Hal ini menegaskan tujuan akhir Israel untuk menghapus Palestina dari peta dunia.

“Akankah dewan ini tinggal diam menghadapi niat tersebut?,” tanya Retno.

Ancaman perang besar-besaran di Timur Tengah sebut Retno adalah bahaya nyata yang menghadang.

Dalam konteks itu, Retno menekankan beberapa hal.

Pertama, Indonesia menuntut gencatan senjata segera dan permanen. Ini akan menjadi penentu segalanya.

Yang paling penting, hal ini akan memberikan ruang untuk mengatasi situasi kemanusiaan di Gaza. Memulai upaya rekonstruksi pasca-konflik dan proses solusi dua negara.

Baca:  Pemda Perlu Membantu Pendanaan untuk Satpol PP

Kata Retno lagi, pada saat yang sama, sangat penting untuk mendukung pekerjaan Senior Humanitarian and Reconstruction Coordinator PBB untuk membuka jalan bagi pengiriman bantuan kemanusiaan yang menyelamatkan jiwa di Gaza.

Ke dua, Palestina harus segera diberikan keanggotaan penuh di PBB. Hal ini penting untuk memulai upaya yang adil dan seimbang dalam solusi dua negara dan menghentikan agresi brutal Israel.

Ke tiga, menghentikan aliran senjata ke Israel. Setiap senjata yang dikirim ke Israel dapat digunakan untuk membunuh warga sipil yang tidak bersalah.

“Israel harus bertanggung jawab atas tindakannya, termasuk kekejaman di Gaza. Tidak ada negara yang kebal hukum. Bulan depan, Indonesia akan menyampaikan pernyataan lisan untuk pendapat penasihat ICJ (Mahkamah Internasional yang dibawa ke pengadilan atas mandat majelis umum. Indonesia akan mengambil segala cara untuk mendukung Palestina,” demikian ditegaskan Retno Marsudi.

Sidang DK PBB itu, Menlu Retno Marsudi memilih walk out atau keluar dari arena sidang DK PBB terkai Palestina saar Duta Besar Israel untuk PBB, Gilad Erdan berbicara dalam debat terbuka. * nas/top

error: Content is protected !!