Advertising

Example floating
Example floating

SOMASI Tuding Aleg Gerindra Wardani Murad Husain Lecehkan Institusi Polisi

Sofyan
Aksi demo SOMASI Banggai di Mapolres Banggai, Rabu 23 April 2025
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

Banggai, Luwuk Times – Masyarakat yang tergabung dalam
Solidaritas Masyarakat Demokratis (SOMASI) Kabupaten Banggai menggelar aksi demo Rabu (23/04/2025).

Ada tiga titik lokasi aksi, Mapolres, DPRD Banggai dan bundaran Tugu Adipura Luwuk.

IMG-20260829-WA0006

Masa aksi tiba di Mapolres Banggai sekira pukul 10.00 wita.

Mereka menggelar orasi tepat depan Mapolres Banggai.

Koordinator lapangan SOMASI Banggai, Muttaqin Suling dalam orasinya menyentil aksi demo sebelumnya.

Baca Juga:  Nakes Buka Suara: Diintimidasi Agar Tutup Mulut, Ancaman pemecatan Warnai Dugaan Pemotongan di Puskesmas

Ia mengaku bahwa aksi yang diprakasai Partai Gerindra itu mencoba memutar balikan fakta lapangan.

Bahkan dengan nada tinggi ia menuding aleg Gerindra yang juga Wakil Ketua I DPRD Banggai, Wardani Murad Husain menyebar informasi hoaks.

“Orasi demo oleh salah satu elit DPRD menyebut kemana polisi saat persekusi. Padahal di TKP banyak polisi. Mereka mengamankan 28 orang,” kata Muttaqin.

Baca Juga:  Kapolda Sulteng Salurkan Sembako di Luwuk, Bunta dan Nuhon

“Dimana persekusi. Mereka sengaja memutar balik cerita. Dan ini jelas hoaks,” sambung Muttaqin.

Ia pun melanjutkan orasinya, “mereka sebut mereka dianiaya. Lantas siapa yang membawa senjata tajam pada lokasi kejadian”.

Pernyataan Wardani yang menyebut kemana polisi saat kejadian di Desa Tanah Abang Kecamatan Toili, kembali Ia sentil dalam orasi lanjutan.

Baca Juga:  Kasus Midun Tetap Menggulung: Polresta Banggai Didesak Tak Tunduk Pada Pencabutan Laporan

Menurut Akin sapaan Muttaqin Suling, statemen itu sama halnya dengan melecehkan institusi kepolisian.

Alasan Akin, sekalipun polisi berada pada TKP sekaligus mengamankan 28 orang berikut senjata tajam sebagai alat bukti, namun mereka tak anggap.

“Ini sama dengan melecehkan institusi kepolisian,” teriak Akin. *

-->