Religi

Tujuh Nasehat dari Kubur

457
×

Tujuh Nasehat dari Kubur

Sebarkan artikel ini
Editor: Sofyan Labolo Sumber Berita
Ilustrasi (Foto: Cahaya Islam)

SEMUA yang bernyawa, pasti mengalami kematian. Dan kematian adalah sesuatu yang pasti, bahkan paling dekat pada diri kita.

Dalam pesan dakwah kali ini, ada sejumlah pesan dari alam kubur. Semoga nasihat kubur ini menjadi motivasi sekaligus inspirasi kita sehingga terhindar dari siksaan kubur yang amat dan sangat pedih.

Tujuh nasehat dari kubur

1). Aku adalah tempat yang paling gelap diantara yang gelap. Maka terangilah aku dengan TAHAJUD

2). Aku adalah tempat yang paling sempit. Maka luaskanlah aku dengan ber SILATURAHIM

3). Aku adalah tempat yang paling sepi. Maka ramaikanlah aku dengan perbanyak membaca ALQURAN.

Baca:  Tanda Tanda Manusia Meninggal dalam Keadaan Husnul Khotimah

4). Aku adalah tempatnya binatang binatang yang menjijikan. Maka racunilah ia dengan amal SEDEKAH

5). Aku yang menyepitmu hingga hancur bilamana tidak shalat, bebaskan sempitan itu dengan SHALAT

6). Aku adalah tempat untuk merendammu dengan cairan yang sangat amat sakit, bebaskan rendaman itu dengan PUASA.

7). Aku adalah tempat Munkar dan Nakir bertanya. Maka persiapkanlah jawabanmu dengan perbanyak mengucapkan kalimat “LAILAHAILALLAH”

Simak pula pertanyaan Malaikat di dalam kubur

Tanya: Man Rabbuka? Siapa Tuhanmu?

Jawab: Allahu Rabbi. Allah Tuhanku.

Tanya: Man Nabiyyuka? Siapa Nabimu?

Jawab: Muhammadun Nabiyyi. Muhammad Nabiku

Tanya: Ma Dinuka? Apa agamamu?

Jawab: Al-Islamu dini. Islam agamaku

Baca:  Sabar Bukan Berarti Lemah dan Kalah

Tanya: Man Imamuka? Siapa imammu?

Jawab: Al-Qur’an Imami. Al-Qur’an Imamku

Tanya: Aina Qiblatuka? Di mana kiblatmu?

Jawab: Al-Ka’batu Qiblati. Ka’bah Qiblatku

Tanya: Man Ikhwanuka? Siapa saudaramu?

Jawab: Al-Muslimun Wal-Muslimat Ikhwani.

Jawabannya sangat sederhana, bukan?

Tapi apakah sesederhana itukah kelak kita akan menjawabnya?

Saat tubuh terbaring sendiri di perut bumi.

Saat kegelapan menghentak ketakutan.

Saat tubuh menggigil gemetaran.

Saat tiada lagi yang mampu jadi penolong.

Ya, tak akan pernah ada seorangpun yang mampu menolong kita.

Selain amal kebaikan yang telah kita perbuat selama hidup di dunia.

Subhanallah. *

Jamal Sahil

error: Content is protected !!