
Luwuk Times — Proyek pembangunan gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) di Kecamatan Mantoh Kabupaten Banggai telah rampung.
Meski pekerjaan gedung BPU yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 444 juta itu telah selesai, namun upah para tukang dan pekerja tak kunjung dibayar.
Mereka pun protes. Bentuk keberatan mereka adalah dengan mencorat coret gedung BPU baru tersebut.
“Itu bentuk aksi protes para tukang dan pekerja,” kata Yusak Siahaya kepada Luwuk Times, Minggu (19/02/2023) tadi malam.
Yusak menjelaskan kronologi kejadiannya.
Proyek pembangunan BPU di Kecamatan Mantoh Kabupaten Banggai itu dikerjakan oleh Frengki, yang sebelumnya meminjam perusahaan kepada kontraktor berinisial SWM alias L.
“Sebagai jasa meminjam perusahaan, Frengki yang merupakan klien saya telah membayar kepada L sebesar Rp 8 juta,” kata Yusak.
Awalnya sambung Yusak, setelah pekerjaan berjalan, awalnya pembayaran dari L kepada Frengki lancar.
Namun setelah pekerjaan rampung, tidak ada lagi penyetoran L kepada Frengki. Sehingga Frengki tidak dapat membayarkan upah untuk para tukang dan pekerja proyek tersebut.
“Sisa uang itulah yang menyebabkan tukang belum terbayar. Karena keberatan, sehingga mereka coret dinding bangunan BPU,” kata Yusak.

Sebagai kuasa hukum Frengki, Yusak mengaku sudah pernah berkomunikasi dengan pemilik perusahaan. Namun sampai saat ini sisa dana itu tak kunjung di transfer. Dengan alasan kata Yusak rekening mereka terblokir.
Tidak menutup kemungkinan lanjut Yusak, tukang dan pekerja akan melakukan aksi pemalangan gedung BPU itu. Sepanjang upah mereka tak kunjung dibayar.
“Mereka akan palang bangunan itu. Selama belum dibayar,” kata Yusak.
Camat Mantoh Hery Mantuges tidak memberi tanggapan terkait persoalan itu. Diklarifikasi tadi malam, Camat Mantoh tak memberi jawaban, sekalipun sudah membawa isi pesan WA. *
Sofyan Labolo
Discussion about this post