
LUWUK TIMES— Aksi penghadangan truck dan tronton oleh sejumlah buruh Minggu (28/5/2023) pukul 11.00 Wita, bukan tanpa dasar.
Upah yang tak wajar menjadi alasan utama sehingga mereka turun ke jalan.
“Kami turun demo, karena upah yang tidak wajar,” kata Ketua Serikat Pergudangan Kabupaten Banggai, Yusuf Willem Reppie kepada Luwuk Times, Senin (29/05/2023).
Ia menjelaskan, sebelumnya upah kerja bagi para buruh Rp 2.500 per zak semen.
Namun setelah setahun bekerja, upahnya menurun menjadi Rp 750 per zak semen.
“Kebijakan perusahaan ini yang kami protes,” kata Yusuf.
Dan kami dari kalangan buruh menolak upah di bawah kewajaran.
“Ini sama dengan kita dijajah,” kata Yusuf.
Sementara itu Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Transpor Indonesia-Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTI – KSPSI) KabupatenBanggai, Rudi Suleman Harun mengatakan, kebijakan PT. Triptop Piramid yang memindahkan secara penuh kegiatan bongkar muat semen dari kompleks Maleo Kecamatan Luwuk ke desa Bubung Kecamatan Luwuk Selatan sangat tidak populis.
Terlebih lagi alasan pengusaha yang mengklaim bahwa lokasi Maleo sudah tidak memadai.
“Itu hanya alasan klasik dari pengusaha. Mereka justru mencari untung besar, dengan cara menghindari besaran upah yang sesungguhnya,” kata Rudi.
Menurut Rudi, silakan perusahaan mengalihkan bongkar muat semen di Desa Bubung. Akan tetapi dengan satu syarat, jangan menurunkan besaran upah.
Sehingga sambung Rudi, terjadi persaingan sehat dalam hal jasa bongkar muat.
Dengan kebijakan perusahaan mengalihkan tempat, maka sebut Rudi berdampak dengan hilangnya pekerjaan 100 lebih buruh di Kota Luwuk Kabupaten Banggai.
Rudi memberi warning buat perusahaan. Apabila tetap ngotot dengan kebijakan yang merugikan kalangan buruh, maka FSPTI – KSPSI Kabupaten Banggai akan membawa persoalan ini ke DPRD melalui agenda hearing.
“Kami akan mengadukan persoalan ini ke DPRD untuk diagendakan hearing,” kata politisi PDI Perjuangan Kabupaten Banggai ini.
Aksi Demo
Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Luwuk mengawal jalannya proses mediasi antara pihak PT. Triptop Piramid dengan sejumlah buruh yang sempat melakukan aksi penghadangan truck dan tronton, Minggu (28/5/2023) sekira pukul 11.00 Wita.
Discussion about this post