Close

Hilang di Perkebunan Kakao, Lansia 74 Tahun Warga Desa Pisou Pagimana belum Ditemukan

72 dilihat
Sail Tulong (74) hilang sejak Selasa sore (30/12/2025) di area perkebunan kakao Lala’i. Hingga Rabu (31/12/2025), keberadaan korban masih menjadi tanda tanya.
A-AA+A++

LUWUK TIMES — Harapan dan kecemasan menyelimuti warga Desa Pisou, Kecamatan Pagimana.

Seorang lansia bernama Sail Tulong (74) dilaporkan hilang sejak Selasa sore (30/12/2025) di area perkebunan kakao Lala’i.

Hingga Rabu (31/12/2025), keberadaan korban masih menjadi tanda tanya.

Peristiwa ini bermula dari aktivitas sederhana sehari-hari.

Selasa sekitar pukul 14.00 WITA, Sail Tulong bersama anak dan keluarganya sedang membelah buah kakao di bawah kolong rumah kebun.

Suasana yang awalnya biasa berubah menjadi kepanikan ketika korban tak lagi berada di tempat.

Saat sebagian anggota keluarga beranjak melihat seekor ular di sekitar kebun dan satu lainnya masuk ke dapur untuk memasak, Sail Tulong diduga berjalan sendiri.

Beberapa saat kemudian, ketika makanan telah siap dan korban dipanggil untuk makan, sosok sang kakek sudah menghilang.

Pencarian spontan dilakukan di sekitar rumah kebun dan perkebunan, namun hasilnya nihil.

Menjelang malam, keluarga dan warga Desa Pisou menyusuri area kebun hingga pukul 23.00 WITA, ditemani gelap dan rasa cemas yang terus membesar.

Kapolsek Pagimana, AKP La’ata, mengatakan korban diketahui sudah lanjut usia dan sering mengalami lupa ingatan, sehingga dikhawatirkan tersesat jauh dari lokasi awal.

“Kami menerima laporan pada Rabu pagi dan langsung mengerahkan personel bersama Basarnas, TNI, pemerintah desa, serta warga untuk melakukan pencarian,” ujar AKP La’ata.

Upaya pencarian kembali dilanjutkan pada Rabu pagi (31/12) sejak pukul 08.00 WITA.

Tim gabungan menyisir sejumlah titik, mulai dari area perkebunan Lala’i hingga arah Sepa dan Lambangan.

Namun hingga sore hari, jejak Sail Tulong belum juga ditemukan.

Kepala Desa Pisou, Fahrudin Bullah, menyebut pencarian sementara dihentikan karena keterbatasan cahaya dan tenaga.

“Kami semua berharap bapak Sail bisa segera ditemukan. Pencarian akan kami lanjutkan kembali besok,” katanya.

Kini, keluarga hanya bisa menunggu dengan doa, sementara warga desa tetap siaga. Di tengah hamparan kebun kakao yang sunyi, harapan akan kabar baik tentang keberadaan Sail Tulong masih terus menyala. *

Reporter Anto Yasin

Pasang Iklan Anda Disini_1