LUWUK TIMES, Banggai — Pembangunan infrastruktur modern bukan lagi sebatas persoalan merangkai besi dan menuang beton.
Di balik megahnya jalan, jembatan, hingga sistem irigasi yang membentang di Kabupaten Banggai, ada tanggung jawab profesi yang bertumpu pada keselamatan masyarakat, efisiensi, dan keberlanjutan lingkungan.
Menjawab tantangan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai terus berkomitmen mengasah kapasitas sumber daya manusia (SDM) teknisnya.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui penerimaan kunjungan sosialisasi dari Tim Program Studi Program Profesi Insinyur (PS PPI) Universitas Tadulako (Untad) pada Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pegawai Dinas PUPR ini menghadirkan akademisi ternama Untad, di antaranya Dr. Ir. Setiyawan, ST., MT., Ayu Hermita, S.Kom., M.Kom., dan Nurainun, S.Kom.
Bukan Sekadar Gelar, Melainkan Tanggung Jawab Profesi
Mewakili Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banggai, Kepala Bidang PBIP, Ir. I Putu Jati Arsana, ST., MT., menyambut hangat inisiatif strategis ini.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peningkatan kompetensi insinyur di daerah merupakan kebutuhan mendesak di tengah kompleksnya dinamika pembangunan.
“Pembangunan infrastruktur bukan sekadar membangun jalan, jembatan, gedung, irigasi, maupun sanitasi. Di balik setiap karya, ada tanggung jawab moral dan profesi terhadap keselamatan publik, mutu konstruksi, efisiensi anggaran, hingga kelestarian lingkungan,” ujar Jati Arsana.
Ia menambahkan, profesionalisme seorang insinyur tidak berhenti pada kepemilikan gelar formal semata, melainkan tercermin dari integritas, pemahaman manajemen risiko, penegakan kode etik, dan kepatuhan terhadap perkembangan teknologi terkini.
Mewujudkan Pembangunan 6T
Di hadapan para tenaga teknis, Jati Arsana mengajak seluruh jajaran PUPR Banggai untuk memanfaatkan program insinyur ini sebagai instrumen transformasi budaya kerja. Pembangunan daerah yang tangguh memerlukan prinsip 6T, yakni Tepat fungsi, Tepat mutu, Tepat biaya, Tepat waktu, Aman dan tentu bermanfaat berkelanjutan.
“Kita tidak boleh cepat berpuas diri hanya dengan prinsip ‘pernah mengerjakan’. Kita harus terus bergerak menuju standar baru: ‘mampu mempertanggungjawabkan secara profesional apa yang kita kerjakan’,” tegasnya penuh semangat.
Sinergi Akademisi dan Pemerintah Daerah
Sosialisasi ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Banggai dan perguruan tinggi.
Melalui kerja sama ini, ilmu pengetahuan dan inovasi dari kampus diharapkan mampu menjawab secara presisi berbagai tantangan nyata di lapangan.
Ke depan, Dinas PUPR Banggai berharap sinergi bersama Universitas Tadulako dapat terus berlanjut tidak hanya dalam penyelenggaraan program profesi.
Akan tetapi juga mencakup penelitian terapan, inovasi teknologi terapan, hingga pemecahan isu-isu strategis pembangunan daerah.
Melalui penguatan standar kompetensi keinsinyuran ini, Dinas PUPR Kabupaten Banggai menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan infrastruktur handal dan berkualitas demi kemajuan serta kesejahteraan seluruh masyarakat Banggai. *












