LUWUK TIMES, Banggai — Hidup merantau seorang diri tanpa sanak saudara kerap menyisakan kepedihan, terutama saat ajal menjemput.
Takdir sunyi itu menimpa Yuda (40). Ketika napas terakhirnya berhembus pada Selasa (22/09/2026).
Tak ada belaian jemari keluarga yang mendampingi, pun tak ada kerabat yang mengurus kepergiaannya.
Namun, di tengah kesendirian almarhum, kasih sayang tidak lantas ikut memudar.
Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Sosial melangkah hadir, memeluk kepedulian yang kerap terabaikan.
Mendengar kabar duka tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Hariadi Bola, tak tinggal diam.
Bersama jajarannya, ia turun langsung memimpin prosesi penanganan jenazah.
Mulai dari pemulasaraan, pengafanan, hingga mengantarkan almarhum Yuda ke peristirahatan terakhirnya di Taman Makam Bahagia (TMB), Desa Bunga, Kecamatan Luwuk Utara.
Di bawah langit Luwuk Utara, personel Dinas Sosial Banggai bahu-membahu merawat jenazah yang asing bagi mereka, namun amat berharga di mata kemanusiaan.
Tidak ada isak tanggis keluarga darah, tetapi ada ketulusan dari para petugas yang dengan khidmat mengantarkan almarhum kembali ke Sang Pencipta.
Usai tanah kubur diratakan, tidak banyak kata muluk-muluk yang terucap dari Hariadi Bola. Senyum tipis dan keteguhan hati menyertai keterangannya.
“Ini sudah menjadi tanggung jawab kami. Walaupun almarhum tidak punya keluarga, tetapi negara dan pemerintah hadir di sini,” ujar Hariadi pelan namun sarat makna.
Aksi ini menegaskan komitmen Dinas Sosial Kabupaten Banggai. Bukan hanya cepat tanggap saat musibah bencana seperti kebakaran menyerang.
Melainkan juga konsisten merawat martabat manusia hingga nafas paling akhir memastikan bahwa di tanah Banggai, tidak ada satu jiwa pun yang benar-benar ditinggalkan sendirian. *
Sumber Dinsos Banggai












