LUWUK TIMES, Luwuk — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Jalan Bukit Maahas, Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, pada Selasa (29/9/2026) pagi.
Kobaran api yang dipicu suhu panas musim kemarau dan hembusan angin kencang melahap lahan seluas sekitar 300 meter persegi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai, Moh. Rifai Mahiwa, menyampaikan bahwa laporan kejadian pertama kali diterima oleh petugas pada pukul 08.50 WITA, setelah api mulai terlihat menyebar sekitar pukul 07.40 WITA.
“Berdasarkan analisis kronologis dan rilis BMKG, tingginya suhu udara saat memasuki musim kemarau menjadi pemicu kerentanan karhutla di wilayah Banggai. Penyebab pasti munculnya titik api masih dalam penyelidikan, namun angin kencang di lokasi membuat api bergerak dan meluas dengan cepat,” ujar Moh. Rifai Mahiwa.
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, petugas penanggulangan bencana di lapangan harus bekerja ekstra keras untuk mengendalikan situasi.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu C BPBD Banggai langsung bergerak ke lokasi usai berkoordinasi dengan Lurah Maahas untuk melakukan kaji cepat (assessment) sekaligus tindakan pemadaman.
Petugas gabungan dari BPBD dan Pemadam Kebakaran (Damkar) dikerahkan ke lokasi dengan mengandalkan armada mobil Damkar serta sprayer elektrik untuk memadamkan kobaran api.
“Saat ini personel BPBD bersama Damkar masih berjibaku di lapangan untuk memadamkan sisa-sisa api dan memastikan area benar-benar aman,” tambah Rifai.
Untuk menunjang proses pemadaman di area berbukit dan meminimalkan risiko perluasan api, BPBD Banggai mencatat kebutuhan mendesak berupa peralatan pemadaman tambahan, meliputi mesin pompa air (alkon) kapasitas besar, selang panjang, serta jet nozzle.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu timbulnya percikan api selama puncak musim kemarau ini. *













