Ubah Lahan Tidur Jadi Sumur Rezeki, Sentuhan Emas CSR PT PAU Tingkatkan Kelas Petani Kintom

26 dilihat
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Banggai – Komitmen PT Panca Amara Utama (PAU) dalam memajukan perekonomian masyarakat lingkar tambang dan industri terus dibuktikan secara nyata.

Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang berkelanjutan, produsen amoniak terkemuka ini kembali menyentuh nadi pertanian lokal dengan membina Kelompok Tani Jere Karamat di Kelurahan Mendono, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, Selasa (13/10/2026).

Langkah berani PT PAU ini bukan sekadar bantuan formalitas, melainkan wujud kepedulian mendalam untuk menyulap potensi daerah yang sempat tersembunyi menjadi sumber kesejahteraan baru bagi warga sekitar.

Petani Mandiri

Sukses merangkul Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri sebelumnya, PT PAU kini menggandeng Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Banggai untuk melatih dan mengasah kapasitas Kelompok Tani Jere Karamat.

Hadir langsung di tengah-tengah petani, External Relation Lead PT PAU, Novari Mursita, mengungkapkan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas proaktifnya para petani dalam menyerap ilmu serta mengembangkan lahan mereka.

“Melalui kemajuan progres Kelompok Tani Jere Karamat yang merupakan program pemberdayaan masyarakat ini, kami berharap mereka dapat menjadi percontohan bagi kelompok tani lainnya. Jika usaha pertanian ini ditekuni dengan sepenuh hati, pertumbuhan ekonomi dan kemandirian kompetensi pasti akan mengikutinya,” ujar Novari optimis.

Ia juga berpesan agar para petani tidak ragu membuka ruang diskusi jika menemui kendala di lapangan. “Jangan sungkan untuk berkonsultasi, baik kepada penyuluh maupun Dinas TPHP. Kami siap mendampingi,” tambahnya.

Apresiasi Pemerintah Daerah

Inisiatif mulia PT PAU mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Kelurahan Mendono. Mewakili Lurah Mendono, Kepala Seksi Pemerintahan, Amrullah Latief, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kontribusi nyata PT PAU yang tak pernah putus bagi sektor pertanian dan perkebunan di wilayahnya.

“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada PT PAU. Dukungan ini betul-betul menghidupkan kembali semangat bertani di Kelurahan Mendono. Kami sangat berharap pelatihan berkala seperti ini terus berlanjut demi peningkatan mutu petani kami,” ungkap Amrullah.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Teknis Kerja Sama Dinas TPHP Kabupaten Banggai, Ardiansyah, turut optimistis bahwa pembinaan intensif dari PT PAU mampu mencetak petani berprestasi. Bahkan, pihak dinas siap memboyong kelompok binaan PAU untuk tampil dalam ajang kompetisi pertanian tingkat daerah.

“Dengan support penuh dari PAU, bapak dan ibu sekalian harus lebih semangat. Kami optimistis, dengan pembinaan terarah seperti ini, kelompok tani binaan PAU siap meraih hasil terbaik dalam perlombaan pertanian kelak,” tegas Ardiansyah.

Bukti Nyata Pendampingan

Manfaat pendampingan PT PAU dirasakan langsung oleh Ketua Kelompok Tani Jere Karamat, Ahmad Jabo. Ia mengungkapkan bahwa tanpa dorongan dan bimbingan PAU, para anggota kelompok mungkin belum berani mengambil langkah memanfaatkan lahan dormant (tidur) di sekitar mereka.

“Jika bukan karena dukungan dan dorongan penuh dari PAU, kami tidak akan bisa memulai untuk merambah dunia pertanian. PAU telah memberi kami ilmu dan keberanian mengelola lahan tidur hingga menjadi lahan pertanian yang produktif,” tutur Ahmad Jabo penuh haru.

Semangat para petani makin terpacu dengan motivasi dari Nurhan, petani senior asal Kintom yang ditunjuk PT PAU sebagai pendamping tiga kelompok tani di Kecamatan Kintom. “Marilah kita bertani dengan sungguh-sungguh dan konsisten. Hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha,” seru Nurhan.

Praktik Lapangan & Bantuan Alat Modern

Tidak hanya sekadar wacana dan teori, kegiatan pembinaan diisi dengan aksi nyata di lapangan. Anggota KWT Mandiri dan Kelompok Tani Jere Karamat diajak mempraktikkan langsung pembuatan persemaian benih memanfaatkan bahan lokal sederhana seperti kayu jering, daun kelapa kering, sekam padi, dan tanah.

Tak kalah menarik, para petani juga dibekali keahlian membuat pupuk organik mandiri dari racikan sekam padi, kotoran ayam, dan kotoran sapi yang difermentasi. Inovasi ramah lingkungan ini diharapkan mampu menekan biaya produksi bertani secara signifikan.

Puncak acara ditandai dengan penyerahan bantuan satu unit mesin pompa air dari PT PAU kepada Kelompok Tani Jere Karamat guna mendukung kelancaran irigasi dan optimalisasi produktivitas lahan.

Lewat program CSR terpadu ini, PT Panca Amara Utama membuktikan bahwa kemajuan industri dan kelestarian pertanian rakyat dapat berjalan selaras, mengakar kuat, dan berbuah kesejahteraan bagi Kabupaten Banggai. *

Pasang Iklan Anda Disini_1