Close
IMG-20260928-WA0012

AJP 2026 Pertamina Buka Ruang Apresiasi bagi Karya Jurnalistik Berkualitas

SofyanSofyan
AJP 2026
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Jakarta – Pertamina kembali menghadirkan Apresiasi Jurnalistik Pertamina (AJP) 2026.

Sebuah kompetisi yang tidak hanya memberikan penghargaan terhadap karya jurnalistik terbaik.

Akan tetapi juga menjadi ruang apresiasi atas konsistensi, partisipasi, dan kontribusi insan pers dalam meningkatkan literasi publik mengenai isu energi dan Pertamina.

AJP 2026 mengusung semangat apresiasi berkelanjutan dengan tetap menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.

Program ini juga menekankan nilai transparansi, sinergi, dan integritas dalam membangun hubungan antara Pertamina dengan pers, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Dalam pelaksanaannya, Pertamina memastikan proses penilaian dilakukan dengan standar yang sama di seluruh teritori.

Penjurian melibatkan lembaga independen serta panel yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi senior, dan pengamat komunikasi maupun regulasi media massa.

Tahun ini, AJP 2026 membuka ruang bagi jurnalis untuk mengangkat beragam isu yang berkaitan dengan energi dan keberlanjutan.

Beberapa tema yang ditawarkan antara lain kemandirian energi di tingkat desa, ketahanan pangan, pelestarian hutan dan lingkungan, pendidikan, kemandirian ekonomi lokal, UMKM go digital dan global, hingga pengembangan generasi muda.

Selain itu, terdapat pula isu transformasi berkelanjutan dan transparansi, seperti standar HSSE, transformasi digital, teknologi dan inovasi, bisnis berbasis ESG, pengembangan sumber daya manusia, engagement stakeholder, kinerja keuangan berkelanjutan, serta tata kelola perusahaan.

Tema lainnya mencakup swasembada energi, mulai dari optimalisasi produksi hulu, peningkatan kapasitas kilang, pengembangan bisnis gas, transformasi bisnis pemasaran, hingga pengembangan pasar internasional dan bisnis perkapalan.

Sementara pada pilar bisnis rendah karbon, jurnalis dapat mengangkat isu pengembangan biofuel, hilirisasi sumber daya alam, ekspansi kapasitas geothermal, bisnis rendah karbon, serta penguatan posisi Indonesia dalam ekonomi hijau.

Media juga diberikan ruang untuk mengembangkan topik lain yang relevan dengan tema AJP 2026.

AJP 2026 terbuka bagi Warga Negara Indonesia yang bekerja sebagai jurnalis di media massa nasional maupun lokal.

Peserta diwajibkan memiliki identitas pers serta identitas diri dan mengirimkan formulir pendaftaran beserta bukti tayang karya jurnalistik.

Peserta juga diharapkan pernah mengikuti kegiatan media yang dijalankan Pertamina.

Karya yang didaftarkan harus merupakan publikasi terkait Pertamina Group yang telah dipublikasikan dalam periode 1 November 2025 hingga 31 Oktober 2026.

Setiap peserta dapat mengirimkan maksimal tiga karya terbaik, meski hanya berhak memperoleh satu penghargaan pada setiap kategori.

Karya harus asli, faktual, tidak mengandung plagiarisme, sesuai tema dan kategori, serta memenuhi prinsip akurasi, keberimbangan, dan Kode Etik Jurnalistik.

Panitia juga menetapkan bahwa karya yang didaftarkan bukan merupakan pemenang kompetisi sejenis pada periode yang sama dan tidak melanggar hak cipta pihak lain.

Karya hasil kerja sama media payment atau advertorial juga tidak diperbolehkan.

Selain kualitas karya, AJP 2026 memberikan penilaian tambahan bagi karya yang dipublikasikan di media yang terverifikasi Dewan Pers.

Nilai tambah juga diberikan kepada jurnalis yang memiliki Sertifikat Kelulusan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) serta peserta yang dapat melampirkan sejumlah karya terkait Pertamina.

Menariknya, UKW bukan menjadi syarat wajib untuk mengikuti AJP 2026. Sertifikat UKW ditempatkan sebagai salah satu unsur nilai tambah dalam proses penilaian.

Rangkaian AJP 2026 dimulai dengan sosialisasi program pada Juli. Periode pendaftaran dan pengiriman karya berlangsung hingga Oktober, dilanjutkan proses penjurian pada November, sebelum puncak penghargaan atau awarding pada Desember 2026.

Batas akhir pemasukan karya ditetapkan 31 Oktober 2026 pukul 23.59 WIB. Karya yang masuk setelah batas tersebut tidak akan diikutsertakan dalam penilaian.

Bagi jurnalis yang melakukan liputan mandiri di wilayah operasional Pertamina, koordinasi dengan Tim Humas Pertamina Group diperlukan, terutama apabila liputan dilakukan di wilayah operasi yang termasuk objek vital nasional.

Hal ini juga dimaksudkan untuk memastikan akurasi dan validitas informasi, khususnya untuk liputan nonbisnis seperti CSR dan UMKM.

Dengan AJP 2026, Pertamina membuka ruang yang lebih luas bagi insan pers untuk menghadirkan karya jurnalistik yang informatif, faktual, dan relevan dengan perkembangan sektor energi.

Bersambung halaman selanjutnya

Pasang Iklan Anda Disini_1