
Oleh: Dr. Syarif Makmur, M.Si
KAU sedih hari ini, kau akan gembira suatu hari nanti. Kau susah hari ini, kau akan senang di suatu hari nanti.
Bila hati dilanda sedih, perbanyaklah bertasbih. Bila pikiran terasa penat perbanyaklah shalawat. Bila perasaan gusar perbanyaklah beristigfar. Bila dilanda rasa gelisah perbanyaklah ibadah sunah. Bila dilanda rasa khawatir perbanyaklah berdzikir. Bila hidupmu beban berat perbaikilah shalat.
Janji Allah itu sangat indah, jika engkau senang dan merasa nikmat maka bersyukur lah. Jika engkau dalam kesulitan dan penuh beban, maka bersabar lah, karena keduanya memiliki bobot dan kualitas yang sama di hadapan Allah.
Takdir itu milik Allah. Sementara doa adalah milik kita. Teruslah berdoa, apa saja hajat kita akan di dengar oleh Allah dan dalam waktu yang tepat akan di kabulkannya.
Sabarmu di suatu hari akan berbuah manis. Kamu diam saat di aniaya, kamu tak membalas saat di fitnah, dan kamu masih tersenyum saat di hina.
Disaat itulah tangan-tangan Allah berlahan bekerja menaikkan derajatmu dan memberimu pertolongan dari arah yang engkau tak ketahui.
Sebenar apapun tingkahmu, sebaik apapun prilaku hidupmu, kebencian dari manusia itu pasti ada, jangan ambil pusing. Teruslah berjalan dan melangkah (Gus Dur, 2000).
Kalau ingin melakukan perubahan, jangan tunduk pada kenyataan. Asalkan kamu yakin di jalan yang benar, maka lanjutkan dan lakukan.
Jangan mempersulit segala yang gampang, dan jangan menggampangkan yang sulit. Belajarlah bersyukur dari hal-hal baik di kehidupanmu, dan belajarlah menjadi kuat dari hal-hal buruk dalam kehidupanmu (BJ, Habibie, 2000).
Siapkan 10 peluru dalam kehidupanmu, sembilan peluru untuk para pengkhianat, dan satu peluru saja untuk lawan dan musuh.
Dari 10 sahabat dan temanmu hanya ada satu orang yang betul-betul setia dan sayang terhadapmu. Sementara sembilan orang berpotensi besar untuk mengkhianati.
Bersyukurlah setiap hari untuk nafas, kesehatan, makanan, pekerjaan, keluarga, kerabat dan semuanya yang anda miliki, karena mungkin saja apa yang anda miliki merupakan mimpi dari orang lain.
Tidak perlu mematikan cahaya orang lain untuk membuat diri kita terang. Tetapi cukup selalu berbuat baik maka pribadi kita akan bercahaya.
Selalu ada harapan dan kenyataan bila hidup kita bersandar dan berharap pada Allah Swt.
Hidup tak seperti yang kita bayangkan, tetapi seperti yang Allah rencanakan, maka jalani kehidupan itu dengan penuh keihklasan dan kesabaran untuk kebahagiaan.
Hiduplah dengan prinsip “Selalu berbuat baik, sekalipun kau tak diperlakukan baik oleh yang lain. Selalu berbuat benar, sekalipun kamu tidak selalu benar dihadapan orang lain”.
Hidup ini tidak boleh sederhana. Hidup ini harus hebat, kuat, bermartabat dan terhormat, yang sederhana adalah sikapmu.
Hidulah seperti jarum dan benang sekalipun menyakitkan tetapi selalu mempersatukan yang terpisah.
Jangan hidup seperti gunting yang kelihatan tajam dan lurus, tetapi ia selalu memisahkan yang tadinya bersatu.
Jika kita tak bisa menjadi pensil untuk menulis kebahagiaan orang lain, maka jadilah penghapus untuk menghilangkan kesedihan orang lain.
Disaat kita hidup untuk membuat orang lain bahagia, maka Allah menjadikan orang lain untuk membahagiakan hidup kita, maka carilah celah untuk selalu memberi bukan mengambil.
Discussion about this post