LUWUK TIMES, Banggai – Siapa sangka, limbah batok kelapa yang kerap dipandang sebelah mata kini disulap menjadi komoditas ekonomi bernilai tinggi yang siap menguncang pasar internasional.
Melalui kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Banggai, PT Panca Amara Utama (PAU), dan PT Ailesh selaku buyer, produk arang batok kelapa racikan warga desa kini resmi melakukan pengiriman dan pemasaran perdana ke pasar domestik hingga mancanegara.
Momen bersejarah ini ditandai dengan seremoni Launching Pemasaran Perdana yang berlangsung meriah di Desa Uling, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Langkah besar ini melibatkan konsorsium lima Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang bertindak sebagai motor penggerak utama, yakni BUMDes dari Desa Toiba, Taima, Sinampangnyo, Kadodi, dan Uling.
Tak berhenti di situ, Dinas PMD Banggai mencatat total ada 11 BUMDes yang disiapkan untuk memperkuat kapasitas produksi secara masif.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai, Ir. Moh. Ramli Tongko, S.Sos., S.T., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Banggai, menegaskan pentingnya kekuatan konsolidasi antardesa dalam menembus rantai pasok global.
“Akses pasarnya sangat memungkinkan untuk terbuka atas dukungan PT PAU melalui kerja sama dengan pemerintah daerah. Dengan pengelolaan bersama oleh beberapa BUMDes, kapasitas dan kuantitas produksi akan jauh lebih siap memenuhi standar serta kepercayaan pembeli internasional,” tegas Ramli Tongko.
Di sisi lain, kolaborasi ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan pembentukan ekosistem ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan.
External Relation & Security Manager PT PAU, Hermawan Adi Santoso, menjelaskan bahwa integrasi ini lahir dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang didesain untuk menciptakan value chain nyata di tingkat tapak.
“Apa yang dilakukan bukan sekadar melepas hasil produksi dari desa menuju buyer. Kita sedang menyaksikan terbentuknya rantai nilai ekonomi, masyarakat memproduksi, BUMDes mengelola, perusahaan mendukung, buyer menyerap, dan masyarakat memperoleh manfaat nyata,” ujar Hermawan.
Melalui kepastian pasar yang dibuka oleh PT Ailesh, para pengurus BUMDes kini memiliki orientasi bisnis yang jelas dengan fokus menjaga standar kualitas, ketepatan pengiriman, serta tata kelola yang transparan.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan tak hanya membuka lapangan kerja baru di pelosok desa, tetapi juga memicu kemandirian ekonomi masyarakat Banggai dari potensi lokalnya sendiri. *













