Distribusi Air tak Lancar, Ini Penjelasan PDAM Banggai

oleh -330 Kali Dibaca
Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Banggai yang berada di Kecamatan Luwuk Kabupaten Banggai. (Foto: Hasbi Latuba)

Reporter Hasbi Latuba

LUWUK – Selama beberapa kali pergantian managemen PDAM Banggai, air tak lancar ke palanggan kerap menjadi persoalan.

Tak heran, akibat dari pelayanan yang tidak memuaskan itu, para pelanggan pun mengeluh.

Persoalannya kemudian semakin kompleks. Disaat kenaikan tarif dasar air atau TDA, distribusi air kepada warga lagi-lagi tidak sesuai keinginan.

Scrool Baca Artikel

Terhadap kondisi itu, PDAM Banggai mencoba memberi penjelasan kepada publik melalui Luwuk Times, Sabtu (24/09/2022).

Direktur Teknis PDAM Banggai, Ferdy Saadjat mengatakan, pihaknya berharap adanya peremajaan pipanisasi distribusi penyaluran air untuk melayani kebutuhan pelanggan dalam Kota Luwuk Kabupaten Banggai.

Mengingat sistem pendistribusian pipanisasi menghadapi banyak kendala. Seperti jenis pipa yang ada sudah termakan usia dan berakibat pada sistem penyaluran.

“Pipa distribusi saat ini mulai dari pipa primer, sekunder, tersier dan service, harus ada penataan ulang,” kata Ferdy Saadjat.

Baca Juga:  Muskom Akbar GMNI Luwuk Banggai Lahirkan 4 Ketua Komisariat

Ferdy mengatakan, Dinas Prasarana Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai sudah seharunya memprogramkan dari sekarang.

“Karena ini menyangkut sarana dan prasarana, wewenang itu ada pada Pemda kita, lewat PUPR sebagai leading sektor,” ucap Ferdy.

Sejak 1985

Berdasarkan kajian teknis, terhambatnya sistem distribusi air penyebabnya jenis pipa dalam kota Luwuk dibangun sejak tahun 1985, yakni pipa jenis DCIP.

Sedangkan pipa distribusi (primer) dari mata air, baik yang bersumber dari Batu Tikar, Keles maupun sumber Bulakan dan air terjun Hanga Hanga, yang terpasang jenis PVC.

Sementara pipa perlintasan (sekunder) mengunakan pipa jenis GIF. Untuk pipa tresier dan service rata rata menggunakan pipa PVC

Kata Ferdy, pipa primer atau pipa induk (Supply Main Pipe) berfungsi membawa air minum dari instalasi pengolahan atau reservoir distribusi ke daerah pelayanan. Pipa primer ini memiliki diameter yang relatif besar.

Baca Juga:  Hindari Kerumunan, Babinkamtibmas Bagi Daging Kurban ke Rumah Warga

Pipa sekunder (Arterial Main Pipe) merupakan pipa yang tersambung langsung pada pipa primer dan mempunyai diameter yang sama atau lebih kecil dari pipa primer.

Pipa tersier berfungsi melayani pipa service. Mengingat pemasangan langsung pipa servis pada pipa primer sangat tidak menguntungkan. Itu karena dapat terganggunya pengaliran air dalam pipa.

Sedangkan pipa tersier dapat tersambung langsung pada pipa sekunder atau primer.

Pipa service terhubung langsung pada pipa sekunder atau tersier. Yang kemudian terhubung pada konsumen.

“Itu mengapa perlu penataan kembali agar konstruksi penataan pipa bisa berjalan baik sesuai kondisi geografis kota Luwuk,” tandasnya.*