Enam Record Pecah di Kejurnas Atletik Solo, Posisi Sulteng Kian Melorot

oleh -1692 Dilihat
oleh
Indonesia U-18 Open Championships dan Kejurnas atletik U-20 dan Senior yang berlangsung di stadion atletik Sriwedari Kota Surakarta (Solo), Provinsi Jawa Tengah (Jateng). (Foto Setiyo Utomo Luwuk Times)

LUWUK TIMES— Stadion atletik Sriwedari Kota Surakarta (Solo), Provinsi Jawa Tengah (Jateng) kembali menunjukan tuah-nya.

Buktinya, hari kelima gelaran Indonesia U-18 Open Championships dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) atletik U-20 dan Senior, terjadi lagi pemecahan 3 record nasional baru.

Yakni, nomor lempar lembing putra senior, lari gawang 110 meter putra U-20 dan lari gawang putra U-18.

Pemecahan record pertama pada Indonesia U-18 Open Championships dan Kejurnas U-20 serta senior terjadi pada nomor 5000 meter jalan cepat putra atas nama Afik Oktavian (Jogja). Dengan catatan waktu 23,42,23 jadi 23,24,21.

Yang kedua nomor jalan cepat 5000 meter putri, atlet Nabila Mahdiya Eka asal Jogja perbaiki record dari 27,27,81 menjadi 27, 22, 49.

Record ketiga tercipta pada nomor lompat galah putra senior. Atlet Idan Fauzan R (Jawa Barat) perbaiki lompatan  dari 5,31 Cm menjadi 5, 32 Cm.

Dwi Priyono, bidang pertandingan Indonesia U 18 Open Championships dan Kejurnas U-20 dan Senior, kepada Luwuk Times Selasa (02/09/2025) mengatakan, hari kelima lomba telah terjadi tiga perbaikan record. Yakni, satu nomor lempar lembing dan dua pada nomor lari gawang.

Baca juga: Record Lompat Galah Pecah di Kejurnas Atletik Solo 2025, Sulteng Raih Tiga Perunggu

Nomor lempar lembing senior, atlet Papua Selatan, Silfanus Ndiken perbaiki lemparan Abdul Hafiz atlet asal Sumbar dari 71,03 meter, jadi 72, 26 meter.

Nomor lari gawang 110 putra, U-20, Brian Bagus atlet asal Jawa Timur memecahkan record Rio Moholtra atlet asal Sumsel yang telah bertahan 13 tahun. Catatan waktunya 14,20 menjadi 13,75.

Record ketiga yang pecah pada nomor 110 lari gawang U 18, atlet Jawa Timur, Anugrah Setyawan Progo  memperbaiki waktu dari 13,44 menjadi 13,36.

Sulteng Melorot

Impian pecinta olahraga lari di bumi Tadulako untuk  menyaksikan pelari andalan Sulteng, Nofeldi Petingko naik podium berkalung emas pada 2 September 2025 pupus sudah.

Nofeldi yang turun pada nomor gacoannya 10.000 meter, hanya finis pada urutan tiga, dengan catatan waktu 31.11.86.

Medali emas Rikki Marthin Luther (Jawa Barat) catatan waktu 30.45.9. Peringkat dua Daniel Simanjuntak (Sumatera Utara) 30, 51 14. Dan urutan tiga Nofeldi Petingko catatan waktu 31,11,83.

Torehan Nofeldi jauh dibawah prestasi terbaiknya yang pernah Ia buat di Cina dengan waktu 30.40.00.

Ketua harian persatuan atletik seluruh Indonesia (PASI) Sulawesi Tengah (Sulteng), Moh Warsita mengaku, persiapan kontingen Sulteng sangat mepet.

“Bahkan kami melaksanakan Pekan Olahraga Daerah (Popda) Sulteng, 26-27, besoknya kami berangkat ke Solo. Wajar jika hasilnya belum maksimal,” kata Warsita.

Intinya, kehadiran para atlet Sulteng yang rata-rata baru kali pertama ikut kejurnas, tujuannya untuk memberi pengalaman dan motivasi.

Sementara untuk Nofeldi sejatinya sambung Warsita, pihaknya berharap dapat naik podium dan limit waktunya bisa tembus Sea Games.

Dua puluh enam atlet Sulteng bersama 6 official, yang hadir mengikuti Kejurnas Atletik tahun 2025 Kota Solo, sebagian besar telah melaksanakan lomba.

Pelatih PASI Kabupaten Banggai Ramdani Bahmid mengatakan, hingga hari kelima, sudah ada 4 atlet asal Sulteng yang sukses meraih medali perunggu.

Mereka adalah, Fitra pada nomor lari 800 meter U-18, Ariel lari 3000 meter U-18, Putri nomor tolak peluru putri U-20. Dan hari ini bertambah lagi perunggu lewat Nofeldi Petingko pada nomor 10.000 meter senior.

Prestasi Sulut

Berbeda dengan Sulawesi Utara (Sulut). Bila Sulteng hadir dengan 22 atlet 6 official dengan hasil minim, justru Sulut hadir dengan personil minim 9 atlet 2 official dengan hasil lumayan baik.

Capaian Sulut tentu mengejutkan banyak pemerhati atletik. Pasalnya. Sudah dua dekade terakhir ini kehadiran Sulut dikancah nasional tak ditengok. Kalau pun hadir hanya dianggap sebagai pelengkap penderita.

Kejurnas tahun 2025 di stadion Sriwedari Solo ternyata menjadi tuan bagi Sulut, seperti yang pernah direngkuh tahun 80-90 an.

Baca juga: Tutup Kejuaraan Tinju Ketua Pertina Banggai Volume 1, Batia Sisilia Minta Atletnya Terus Berlatih

Naga-naganya atletik Sulut mulai bangkit kembali. Itu dibuktikan dengan torehan 2 medali emas 1 perak dan 1 perunggu yang membuat Sulut masuk peringkat 10 besar nasional.

Pelatih Sulut, Nitje Durand yang juga mantan sprinter Indonesia, kepada Luwuk Times membenarkan bahwa atletnya hanya ada 9 orang untuk berlaga di Solo.

Dari 9 atlet yang datang, 6 sudah meraih medali. Yakni, Fikar Iroth medali emas nomor 3000 meter U-18.

Geonli Kubalang medali emas nomor 1500 meter U – 18 dan medali perak nomor 800 meter U-18.

Medali perunggu tim estafet Mix U-18 terdiri Cenly Katuuk, Flauni Dalengkade, Alfa Koyong, Maikhel Mamusung.

Technical Information Center, Winda Prasepty, menjelaskan, Hingga saat ini perolehan medali terbanyak Jawa Tengah. Dengan 18 medali emas, 11 perak dan 23 perunggu. Dan Sulawesi Tengah berada pada peringkat 33 dengan 4 medali perunggu. *