
(Kajian Sosiologi Pemerintahan)
Oleh: Dr. Syarif Makmur, M.Si
SETELAH Ontologi mempertanyakan apa itu Ilmu dan Pengetahuan, maka tahap berikutnya Epistemologi mempertanyakan bagaimana Ilmu dan pengetahuan itu berproses (Sumantri, 2000).
Pepatah tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah memberi makna bahwa memberi itu lebih baik dari pada meminta atau menerima.
Atau bila di jabarkan lebih jauh dapat berarti bertindak itu lebih baik dari pada diam. Melakukan aksi itu lebih baik dari pada rencana aksi.
Aktualisasi lebih baik dari pada sebuah agenda. Implementasi Kebijakan lebih berharga dari sebuah perencanaan kebijakan.
Beragam makna memberi dapat di tafsirkan hingga ke indikator kunci dari sebuah faktor memberi. Yang terbaik bukanlah yang datang dengan segala kelebihannya, namun yang tidak pergi dan bertahan bersama dengan segala kekurangan kita.Â
Keterlibatan emosional seseorang lebih baik dari pada keterlibatan mental nya (Newstroom, 1996). Jauh lebih baik seseorang itu tidak menghadiri sebuah acara tetapi secara emosional sangat mendukung dan respek terhadap acara itu dari pada hadir pada acara itu tetapi hanya mencari kekurangan dan mencela acara tersebut.
Jangan umbar kesedihanmu, karena tidak semua orang peduli dengan kehidupan kita, dan jangan melebihkan kebahagiaan kita karena tidak semua yang di depan kita hidup bahagia. Jangan menceritakan kekayaan dan harta kepada orang yang miskin papah.
Jangan membanggakan kesehatan kita pada orang yang sedang sakit. Jangan membanggakan punya anak banyak kepada orang yang tak memiliki anak.
Jangan menceritakan kesuksesan pendidikan kita kepada orang yang tidak peduli terhadap pendidikan anak-anaknya.
Itukah gambaran detail dari memberi-menerima & menghargai.
Penampilan seseorang tidak bisa dijadikan ukuran kebaikan, maka janganlah menilai seseorang dari pakaiannya tapi lihatlah lisan dan akhlaknya.
Memberi bukan berarti saya, aku, mereka bermakna memiliki dan mempunyai lebih tetapi aku, saya dan mereka pernah melalui dan merasakan ketika tidak punya apa-apa.
Lebih baik mencoba memperbaiki keadaan, dari pada mencela keadaan yang ada.
Hal ini menjadi sebuah aksi bahwa dalam situasi apapun jangan sampai emosi kita mengalahkan kecerdasan.
Jangan melihat masa lalu dengan penyesalan. Jangan melihat masa depan dengan kekhawatiran dan ketakutan, tetapi lihatlah di sekitarmu semua itu dengan kesadaran terbaik.
Kita selalu menerima dan memberi tetapi sering lupa menghargai.Â
Discussion about this post