Kolom Syarif

Tinggal Menunggu Waktu, Rezim Ini akan Ditinggalkan dan Ditumbangkan

389
×

Tinggal Menunggu Waktu, Rezim Ini akan Ditinggalkan dan Ditumbangkan

Sebarkan artikel ini
Prabowo dan Jokowi

Oleh: Dr. Syarif Makmur, M.Si

TANGGAL 20 Maret 2024 adalah waktu yang dinanti-nantikan oleh seluruh rakyat Indonesia dan pasangan calon Presiden–wakil presiden untuk mendengar dan menyaksikan siapa Presiden dan wakil Presiden terpilih yang diumumkan oleh KPU.

Dan Alhamdulillah Ketua KPU-RI Hasyim Asyari telah mengumumkan bahwa Pasangan Calon Presiden & Wakl Presiden Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka mendapatkan suara terbanyak dan terpilih secara sah dan meyakinkan sebagai Presiden dan wakil presiden 2024 – 2029.

Sekalipun adanya dugaan dari pasangan 01 dan 03 penuh kecurangan dan kejahatan demokrasi lainnya yang saat ini dalam proses hukum di Mahkamah Konstitusi, tetapi secara konstitusional Presiden RI terpilih 2024-2029 adalah Prabowo Subianto.

Seperti analisis Pengamat Politik Rocky Gerung (2024) bahwa nantinya Jokowi akan sendirian, ia akan ditinggalkan oleh pendukung-pendukung termasuk orang-orang terdekatnya setelah tidak berkuasa lagi (Amin Rais, 2023). Karena suasana kebatinan publik hari ini menyoroti Jokowi bukan Prabowo.

Kekecewaan publik dengan manufer politik Jokowi yang sangat terstruktur, sistematis dan massif dalam mementingkan keluarga nya telah melukai hati rakyat.

Baca:  Keterlibatan Mental dan Emosional, Fenomena Ngeri-Ngeri Sedap Abad Ini

Demonstrasi dan unjuk rasa para mahasiswa, dosen, guru besar dan para pensiunan Jenderal TNI-Polri akhir-akhir ini menyoroti Perilaku Jokowi bukan Prabowo.

Adanya prediksi publik bahwa Gibran yang akan mengambil alih kekuasaan Presiden setelah Prabowo berkuasa dan memimpin beberapa waktu kedepan  adalah tidak valid dan tidak reliabel. Hal itu sudah diperhitungkan oleh Prabowo dan penasehat-penasehat nya.

Publik perlu mengingat bahwa sosok Prabowo adalah cerdas dan Ikhlas untuk Negeri dan bangsa ini (Gus Dur, 2004).

Prabowo sudah membaca suasana politik Indonesia termasuk suara dan aspirasi publik terkini dan semua hal itu disadarinya bahwa ia harus berbuat yang terbaik untuk Indonesia dimasa kepemimpinan nya 2024 – 2029.

Politik Merangkul, Prabowo Tidak Punya Musuh Bersama Jokowi

Pertemuan Prabowo dan Surya Paloh merupakan inisiatif Prabowo dinilai sangat luar biasa dan mencairkan kebekuan politik selama Pilpres 2024.

Baca:  Istidrajd: Tidak Shalat, Lalai dan Maksiat, Tapi Hidup Senang dan Kaya Raya

Pertemuan itu mengandung nilai demokrasi yang sangat mahal setelah Surya Paloh mengucapkan selamat atas terpilihnya Prabowo–Gibran dan Prabowo meresponsnya dengan melakukan silaturrahmi ke Nasdem tower.

Publik telah membaca bahwa Prabowo akan merangkul semua rival-rival politik nya dalam membawa bangsa Indonesia kearah yang lebih baik, dan yang paling penting bahwa Prabowo akan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan Jokowi selama ini.

Pengalaman Prabowo atas kekalahannya dari Jokowi dalam Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 telah mematangkan nya secara Politik bahwa mengelola Indonesia harus merangkul dan bergandengan tangan.

Pola-pola politik yang mementingkan keluarga, anak, menantu dan lainnya sangat jauh dari sikap, pemikiran dan perilaku seorang Prabowo (Fahri Hamzah: 2023).

Inilah yang menjadi harapan publik kedepan kepada Prabowo bahwa lebih luhur, mulia dan terhormat ia tinggalkan dan menumbangkan sikap, pemikiran dan perilaku Jokowi dan keluarganya dari pada meninggalkan rakyatnya.

error: Content is protected !!