IKLAN
Banggai

Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Provinsi Sulteng di Luwuk Banggai

520
×

Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Provinsi Sulteng di Luwuk Banggai

Sebarkan artikel ini
Editor: Sofyan Labolo
Bupati Banggai H. Amirudin, memberikan sambutan pada kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Provinsi Sulawesi Tengah, bertempat di Tribun Mirqan Kawasan Bukit Halimun, Luwuk Selatan, Jumat (25/8/2023). (Foto: DKISP Banggai)

Luwuk Times, Luwuk — Di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), hanya ada dua wilayah yang menjadi sampel perhitungan inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yakni Kota Palu dan Kabupaten Banggai.

Sehingga tahun 2023, kabupaten beribukota Luwuk ini menjadi pusat kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Provinsi Sulawesi Tengah.

Kegiatan GNPIP se Sulteng itu berlangsung di Tribun Mirqan Kawasan Bukit Halimun, Luwuk Selatan, Jumat (25/8/2023).

“Sejak dilakukan kick-off pertama kali secara nasional pada tahun 2022, program GNPIP telah memberikan dampak positif bagi pengendalian inflasi pangan, baik secara nasional maupun regional di Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Dwiyanto Cahyo Sumirat.

Kabupaten Banggai menjadi daerah kedua pelaksanaan GNPIP setelah Kota Palu pada 2022 lalu. Itu karena hanya ada dua daerah di Sulawesi Tengah yang menjadi kota sampel perhitungan inflasi oleh BPS, yakni Kota Palu dan Luwuk (Kabupaten Banggai).

Baca:  Golkar Banggai Masih Rahasiakan Daftar Caleg Dapil 1, Penasaran? Ini Bocorannya

Dwiyanto mengatakan, ada tujuh program unggulan yang akan dioptimalkan pada GNPIP 2023.

Yakni dukungan pelaksanaan kegiatan pasar murah, penguatan ketahanan pangan strategis dan perluasan kerja sama antardaerah.

Selanjutnya, subsidi ongkos angkut, peningkatan pemanfaatan alsintan dan saprotan, penguatan infrastruktur teknologi informasi komunikasi dan neraca pangan daerah.

Termasuk penguatan koordinasi dan komunikasi untuk menjaga ekspektasi inflasi.

Sementara itu, Bupati Banggai Amirudin mengatakan, tahun 2023 Pemkab Banggai melalui TPID mendorong pengendalian inflasi dengan metode kerja sama antar daerah.

Misalnya dengan Pemkab Banggai Kepulauan untuk suplai komoditas ikan dan hortikultura.

Di samping itu, pelaksanaan pasar murah juga terus didorong sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga dan mengelola ekspektasi pedagang di pasar.

“Sampai dengan Juni 2023 telah dilaksanakan pasar murah sebanyak 5 kali,” ujar Bupati Amirudin.

TPID Kabupaten Banggai juga memperkuat sinergisitasnya melalui high level meeting untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan inflasi dengan kerangka strategi 4K: ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi pasokan, dan komunikasi yang efektif.

Baca:  PKB Banggai Punya Metode Antisipasi Indikasi Kecurangan Pemilu 2024

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulawesi Tengah Fahrudin D. Yambas menyampaikan instruksi Gubernur Sulawesi Tengah agar para bupati memasifkan GNPIP di daerahnya masing-masing.

“Pimpinan daerah diharapkan untuk memasifkan GNPIP di daerahnya masing-masing dengan jalan mendorong masyarakat supaya menanami lahan-lahan tidur dengan tanaman yang selama ini menjadi sumber inflasi pangan, seperti cabai dan bawang merah,” ujar Fahrudin.

GNPIP 2023 diawali dengan senam pagi sadar inflasi dan kampanye gerakan tanam melalui pembagian 10.000 bibit cabai kepada masyarakat.

Di lokasi pelaksanaan GNPI juga digelar pasar murah dan pameran produk perbankan dan UMKM. Adapula lomba memasak menu kreasi menggunakan bahan pangan penekan inflasi.

Pada kesempatan itu, Bank Indonesia meluncurkan situsweb Matatani sebagai platform digital pemantauan produksi, konsumsi, dan distribusi komoditas pangan di Sulawesi Tengah. *

DKISP Kabupaten Banggai

error: Content is protected !!