IKLAN
Banggai

Gunakan Pakaian Adat Tradisional, Pemkab Banggai Gelar Upacara Hardiknas 2023

851
×

Gunakan Pakaian Adat Tradisional, Pemkab Banggai Gelar Upacara Hardiknas 2023

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten Banggai menggelar Upacara Hari Pendidikan Nasional Tahun 2023, Selasa (02/05/2023). (Foto : Prokopim Banggai)

Luwuk Times – Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai, turut serta memperingati Hari Pendidikan Nasional 2023 dengan menggelar upacara bendera di Lapangan Alun-Alun Bumi Mutiara Luwuk, Selasa (02/05/2023).

Upacara Hardiknas 2023 kali ini, menampilkan suasana berbeda dan baru. Berdasarkan instruksi Kemendikburistek RI, seluruh peserta upacara diminta menggunakan Pakaian Adat Tradisional sesuai dengan norma kepantasan.

Bertindak sebagai pembina upacara, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Ir. Abdullah Ali M.Si sekaligus membacakan pidato tertulis Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadim Anwar Makarim.

Sekda Kabupaten Banggai Ir. Abdullah Ali M.Si membacakan sambutan tertulis Mendikbudristek RI.

Dalam sambutannya Mendikbudristek RI menekankan pada program nasional “Merdeka Belajar”.

Berikut sambutan Mendikbudristek RI :

“Dalam tiga tahun terakhir, perubahan besar terjadi dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia.

Program Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh pemerintah, semakin mendekatkan Indonesia pada cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara.

Sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan, membawa kita semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hadjar Dewantara, yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat, dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia dan anggota masyarakat.

Baca:  Pasar Sentral Bakal Disulap Bupati Jadi Mall

Mendikbudristek mengeklaim, peserta didik saat ini bisa belajar dengan lebih tenang karena aktivitas pembelajaran dinilai secara lebih holistik oleh gurunya sendiri.

Para kepala sekolah dan kepala daerah yang dulu kesulitan memonitor kualitas pendidikan sekarang dapat menggunakan data asesmen nasional di platform rapor pendidikan untuk melakukan perbaikan kualitas layanan pendidikan.

Para guru sekarang berlomba-lomba untuk berbagi dan berkarya dengan hadirnya platform merdeka mengajar. Selain itu, guru-guru yang dulu diikat berbagai peraturan yang kaku sekarang lebih bebas berinovasi di kelas dengan hadirnya kurikulum merdeka.

Sejalan dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran mendalam untuk mengembangkan karakter dan kompetensi, kata Sekda, seleksi masuk perguruan tinggi negeri pun sekarang fokus pada mengukur kemampuan literasi dan bernalar.

Dari segi pendanaan, pencairan langsung dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) ke sekolah dan pemanfaatannya yang lebih fleksibel telah memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dengan perluasan program beasiswa, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi sekarang jauh lebih terbuka. Dukungan dana padanan untuk mendanai riset juga telah melahirkan begitu banyak inovasi yang bermula dari kolaborasi.

Baca:  167 ASN di Lantik, Ada Yang Kena "Damprat" Bupati Amirudin

Selain itu, mekanisme dana Indonesia yang fleksibel dapat mewadahi gagasan-gagasan kreatif para seniman dan pelaku budaya sehingga mampu menghasilkan karya-karya hebat yang mendukung pemajuan kebudayaan.

Pada momen Hari Pendidikan Nasional, Mendikbudristek mengajak semua pihak untuk merefleksikan kembali setiap tantangan yang sudah dihadapi serta merancang arah perjalanan ke depan guna memastikan keberlangsungan dan keberlanjutan gerakan merdeka belajar.

Mari kita semarakkan hari ini dengan semangat untuk meneruskan perwujudan merdeka belajar, mendidik generasi pelajar pancasila yang cerdas berkarakter, dan membawa Indonesia melompat ke masa depan dengan pendidikan yang memerdekakan. Selamat Hari Pendidikan Nasional.”

Seusai upacara, dilakukan pembagian tablet tambah darah kepada para siswi SMP dan SMA guna mendukung Gerakan Serentak Sebulan Minum Tablet Tambah Darah bagi 100.000 remaja putri se-Sulawesi Tengah.

Turut hadir Ketua DPRD Banggai Suprapto, para pimpinan perangkat daerah, Kepala Cabang Dinas Pendikan Menengah Wilayah V Dikbud Sulteng Yasser Masulili, Pejabat Forkopimda, para guru dan tenaga pendidik, serta siswa-siswi SD, SMP, dan SMA.

(DKISP Kabupaten Banggai/*)

error: Content is protected !!